Ringkasanmedia.id— Samarinda – Insiden penghadangan terhadap bus rombongan Madura United oleh sejumlah oknum suporter tuan rumah mendapat sorotan tajam jelang laga pekan ke-13 Super League 2025/2026 antara Borneo FC Samarinda dan Madura United di Stadion Segiri, Sabtu (22/11/2025).
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (20/11) malam di sekitar kawasan Stadion Segiri. Rombongan Madura United sempat tertahan akibat ulah oknum yang diduga bagian dari suporter lokal. Kejadian ini memicu keprihatinan berbagai pihak dan langsung ditanggapi serius oleh manajemen Borneo FC.
Manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri, menyampaikan permohonan maaf resmi kepada manajemen Madura United. Ia menegaskan bahwa klub sudah mengambil langkah tegas untuk memberikan sanksi kepada para pelaku.
“Saya sudah menerima laporan dan bertemu langsung dengan manajemen Madura United. Tentu ini hal yang sangat memalukan. Kami sudah mengambil keputusan bahwa akan ada sanksi tegas,” ujarnya kepada Ringkasanmedia.id di sela latihan Borneo FC di Stadion Segiri, Jumat (21/11).
Dandri menilai tindakan itu tidak bisa dibiarkan karena dapat menjadi preseden buruk bagi keamanan pertandingan di masa mendatang. “Saya berharap kepada keluarga besar Madura United untuk memaafkan. Kami akan memperbaiki diri dan membina ulang kawan-kawan yang melakukan tindakan paling bodoh itu,” ungkapnya.
Meski diwarnai insiden tersebut, Dandri memastikan persiapan tim menghadapi laga kontra Madura United tetap berjalan optimal. “Alhamdulillah persiapan berjalan baik. Kami berharap dukungan masyarakat Samarinda dan doa pecinta Borneo agar tim tetap berada di jalur yang kami inginkan,” katanya.
Ketua Umum Pusamania, Lasihadu, turut memberikan tanggapan. Ia menjelaskan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan kelompok suporter lain, termasuk K-Conk Mania dari Madura, untuk meredam suasana dan mencegah gesekan lanjutan.
“Alhamdulillah pasca kejadian tadi malam, kami langsung berkoordinasi. Siang tadi Pusamania, MSA, dan K-Conk Mania bertemu dan membahas langkah ke depan,” jelasnya.
Menurut Lasihadu, tindakan penghadangan tersebut merupakan ulah oknum yang tidak mewakili suara suporter Borneo FC. “Ini hal yang tidak bisa kami tolerir. Hasil pertemuan kami adalah komitmen bersama untuk menjaga Samarinda sebagai surga suporter Indonesia,” tegasnya.
Pertandingan Borneo FC vs Madura United dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam di Stadion Segiri dengan pengamanan yang diperketat. Pihak kepolisian, panitia pelaksana, serta perwakilan suporter telah berkoordinasi untuk memastikan laga berjalan aman dan kondusif.






