Ubah Limbah Jadi Pakan: KKN Amerta Mahakam Dorong Budi Daya Maggot BSF di Desa Sungai Mariam

RingkasanMedia.id – Sungai Mariam, Tinggi dan melambungnya harga pakan pabrikan kerap menjadi kendala utama bagi para pelaku usaha perikanan. Merespons persoalan tersebut, Kelompok KKN 52 Kolaborasi Universitas Mulawarman (Unmul) dan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (Amerta Mahakam) menginisiasi program penekanan biaya produksi melalui pemanfaatan limbah organik rumah tangga.

Melalui Sosialisasi Sentra Perikanan yang digelar pada Jumat (21/8/2026) di Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, mahasiswa mengajak para pembudidaya lokal mengenal larva lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pakan alternatif.

Bacaan Lainnya

Dosen Akuakultur FPIK Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Esti Handayani Hardi, S.Pi., M.Si., yang hadir sebagai narasumber menjelaskan bahwa biaya pakan selama ini menyedot sekitar 60 hingga 70 persen dari total biaya produksi budi daya ikan.

“Sisa sayuran, buah, hingga sisa makanan rumah tangga sebenarnya memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik. Maggot BSF berprotein tinggi dapat dibudidayakan dari limbah organik tersebut, sementara sisa media budi dayanya (kasgot) bisa dimanfaatkan kembali sebagai pupuk tanaman,” jelas Prof. Esti.

Meski kaya nutrisi, Prof. Esti menekankan bahwa maggot diposisikan sebagai pakan alternatif atau campuran, bukan sebagai pengganti total. Untuk langkah awal, para pembudidaya disarankan melakukan uji coba pencampuran maggot sebesar 25 persen ke dalam pakan reguler, lalu mengamati pertumbuhan ikan guna menemukan formulasi terbaik.

Konsep ini sangat sejalan dengan potensi Desa Sungai Mariam yang telah memiliki fasilitas bank sampah. Dengan menghubungkan pengelolaan sampah dan kebutuhan sektor perikanan, desa dapat membentuk ekosistem ekonomi sirkular yang saling menguntungkan.

Ketua KKN Amerta Mahakam berharap edukasi ini menjadi pemicu terbangunnya kemitraan berkelanjutan antara pengelola bank sampah, pembudidaya maggot, serta para peternak ikan di bawah naungan pemerintah desa.

Melalui integrasi ini, limbah rumah tangga yang semula tak bernilai berhasil diubah menjadi peluang usaha baru yang hemat, mandiri, dan ramah lingkungan. (M.I.A.D)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *