Ringkasanmedia.id Samarinda – Borneo FC Samarinda harus mengawali kompetisi Super League 2026/2027 dengan hasil negatif. Pesut Etam kalah tipis 0-1 dari Persija Jakarta pada laga pekan pertama di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (5/9/2026) malam.
Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, menyebut kekalahan tersebut tidak lepas dari kegagalan timnya memaksimalkan sejumlah peluang menjadi gol.
Menurut Mauro, Borneo FC sebenarnya tampil agresif sepanjang pertandingan. Ia menilai statistik juga menunjukkan Pesut Etam lebih banyak melakukan tembakan dan crossing dibandingkan Persija.
“Memang sepakbola itu kalau kita tidak efisien, kalian tahu sendiri bagaimana. Yang pertama kalian mungkin bisa lihat tadi di statistik, kita adalah tim yang paling banyak shooting, paling banyak crossing,” ujar Mauro dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Namun, dominasi dalam menciptakan peluang tidak diikuti efektivitas di depan gawang. Bagi Mauro, hal tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.
“Kita tidak efisien. Pasti kita tidak senang. Tapi kalau kita tetap lakukan ini dan ke depannya kita lebih efisien, mungkin lebih banyak pertandingan kita akan menang daripada mendapatkan hasil negatif,” katanya.
Mauro mengakui kekalahan di kandang merupakan hasil yang mengecewakan. Kendati demikian, ia meminta proses pembangunan skuad baru Borneo FC tetap dinilai secara keseluruhan.
Pelatih asal Portugal itu menyebut Borneo FC sedang membangun tim dengan identitas baru. Sekitar 23 pemain baru bergabung dalam skuad Pesut Etam musim ini.
“Kalau kita lihat dari hasilnya pasti negatif karena kita kalah. Suporter maupun wartawan cuma lihat hasilnya, tapi kita sebagai pelatih profesional harus lihat dan tahu juga ini tim baru,” jelasnya.
“Kita pembangunan tim baru dengan kurang lebih 23 pemain baru. Jadi kita harus coba membangun satu tim yang baru dengan identitas yang baru,” sambung Mauro.
Meski gagal meraih poin, Mauro menilai mentalitas para pemainnya sudah menunjukkan hal positif. Ia berharap sikap tersebut dapat dipertahankan pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
“Kalau pemain bisa mempertahankan mentalitas seperti ini, ke depannya akan bagus menurut saya,” ujarnya.
Mauro kembali menegaskan bahwa persoalan utama Borneo FC bukan pada mentalitas, melainkan efektivitas dalam penyelesaian akhir.
“Mentalitas kita bagus. Bukan kuncinya itu. Karena mentalitas kita bagus. Kuncinya kita tidak efektif,” tegasnya.
Mengenai absennya striker asing di bangku cadangan, Mauro menjelaskan pemain tersebut masih dalam tahap pemulihan cedera sehingga belum berada dalam kondisi yang cukup fit untuk tampil.
“Kita tadi tidak ada striker asing di bench cadangan karena striker asing yang kita punya kurang fit. Dia baru dalam kondisi pulih cedera,” ungkap Mauro.
Karena kondisi tersebut, Mauro memilih menempatkan pemain yang dinilai paling siap untuk mengisi bangku cadangan.
“Yang ada di bench cadangan kita adalah pemain paling fit yang kita punya tadi,” tambahnya.
Sementara itu, gelandang serang Borneo FC, Dwiky Hardiansyah, menganggap kekalahan dari Persija sebagai bagian dari proses awal kompetisi.
Dwiky menilai timnya telah beberapa kali menciptakan peluang dan bertekad melakukan evaluasi agar dapat meraih kemenangan pada laga selanjutnya.
“Iya, ini baru awal kompetisi. Kita beberapa kali mendapatkan peluang. Insyaallah di pertandingan selanjutnya kita akan evaluasi dan insyaallah mendapat tiga poin,” kata Dwiky. (ARD).







