RingkasanMedia.id – Samarinda, Arus lalu lintas di Jembatan Mahulu, Kota Samarinda, akan ditutup sementara pada Sabtu, 17 Januari 2026. Penutupan ini dilakukan seiring pelaksanaan pemeriksaan dan pengujian struktur atau uji beban jembatan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Timur.
Rencana penutupan tersebut telah disampaikan kepada masyarakat melalui surat edaran resmi. Dalam edaran itu disebutkan bahwa arus lalu lintas di Jembatan Mahulu akan dihentikan mulai pukul 10.00 Wita hingga seluruh rangkaian pemeriksaan teknis dinyatakan selesai.
“Sehubungan dengan pelaksanaan pemeriksaan dan pengujian struktur Jembatan Mahulu, maka arus lalu lintas yang melintasi jembatan akan ditutup sementara. Pengguna jalan diimbau untuk menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan,” demikian kutipan dalam surat edaran tersebut.
Kanit Turjawali Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Ismail Marzuki, membenarkan adanya penutupan total tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menerima pemberitahuan resmi dari PUPR Provinsi terkait pelaksanaan uji beban.
“Surat dari PUPR Provinsi sudah kami terima. Uji beban dijadwalkan pada 17 Januari, dengan estimasi waktu pelaksanaan sekitar pukul 09.30 hingga 12.00 Wita,” ujarnya.
Selama proses pengujian berlangsung, Jembatan Mahulu akan ditutup sepenuhnya tanpa pengecualian. Seluruh jenis kendaraan, baik roda dua, roda empat, maupun kendaraan berat, tidak diperkenankan melintas.
“Penutupan bersifat total. Tidak ada kendaraan yang bisa melintas selama uji beban dilakukan,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi dampak penutupan, Satlantas Polresta Samarinda telah menyiapkan sejumlah langkah rekayasa lalu lintas. Sosialisasi juga telah dilakukan melalui media sosial serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk pelaku usaha transportasi dan logistik.
“Kami sudah menyampaikan informasi ini kepada Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) serta para pengusaha transportasi agar dapat menyesuaikan jadwal operasional,” jelas Ismail.
Ia menambahkan, kendaraan angkutan berat akan dibatasi dan diarahkan agar melintas di luar jam pelaksanaan uji beban, terutama pada malam hari. Saat penutupan berlangsung, kendaraan besar akan dihentikan sepenuhnya sebelum dan sesudah jembatan.
“Untuk kendaraan besar, tidak ada pengalihan jalur. Kami hentikan total di kedua sisi Jembatan Mahulu,” katanya.
Meski penutupan secara resmi dimulai pukul 10.00 Wita, pihak kepolisian berencana melakukan rekayasa lalu lintas lebih awal demi kelancaran dan keamanan kegiatan.
“Secara teknis dari PU pukul 10.00 sampai 12.00. Namun kami kemungkinan mulai melakukan pengaturan lalu lintas sejak pukul 09.00 Wita hingga kegiatan benar-benar selesai,” ungkapnya.
Dalam pengamanan dan pengaturan lalu lintas, Satlantas Polresta Samarinda akan menerjunkan sekitar 10 personel, dibantu petugas dari Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur.
Sebagai alternatif, masyarakat diimbau menggunakan Jembatan Mahakam I dan Jembatan Mahakam IV untuk melintas selama penutupan Jembatan Mahulu.
“Kami mengimbau pengendara roda dua dan roda empat agar menggunakan jalur alternatif melalui Jembatan Mahakam I dan Mahakam IV,” tuturnya.
Bagi pengendara yang terlanjur berada di sekitar lokasi saat penutupan diberlakukan, petugas akan memberikan imbauan untuk berhenti sementara hingga proses pemeriksaan selesai.
“Setelah uji teknis rampung dan jembatan dinyatakan aman oleh PUPR, arus lalu lintas Jembatan Mahulu akan kembali dibuka dan dinormalkan,” pungkasnya. (M.I.A.D)






