RingkasanMedia.id – Jakarta, Presiden Prabowo Subianto memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilanjutkan, meski ada potensi tekanan ekonomi ke depan.
Ia menegaskan, anggaran negara harus digunakan untuk hal-hal yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, memenuhi kebutuhan dasar rakyat jauh lebih penting dibandingkan pemborosan atau penyalahgunaan anggaran.
“Daripada uang dikorupsi, lebih baik rakyat bisa makan,” tegasnya dalam pernyataan yang disampaikan melalui kanal YouTube resminya.
Prabowo mengungkapkan, keputusan ini bukan tanpa alasan. Ia melihat langsung masih banyak anak-anak di berbagai daerah mengalami masalah gizi, bahkan dalam kondisi yang cukup memprihatinkan.
Ia mencontohkan, ada anak usia 11 tahun dengan kondisi fisik seperti anak berusia jauh lebih muda. Hal tersebut, menurutnya, menjadi gambaran nyata bahwa persoalan gizi di Indonesia masih perlu perhatian serius.
Karena itu, ia menilai program MBG justru harus diperkuat, bukan dihentikan. Pemerintah, kata dia, masih bisa melakukan penghematan di sektor lain tanpa harus mengorbankan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Prabowo juga menegaskan keseriusannya dalam menjalankan program tersebut. Ia bahkan menyatakan siap mempertanggungjawabkan kebijakan ini hingga akhir masa kepemimpinannya.
“Kalau perlu, saya pertaruhkan kepemimpinan saya,” ujarnya.
Di sisi lain, program Makan Bergizi Gratis disebut mulai menarik perhatian dunia internasional, termasuk dari Rockefeller Institute. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam menjawab persoalan gizi, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global.
Dengan komitmen tersebut, pemerintah berharap program ini dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mengatasi persoalan stunting di Indonesia. (M.I.A.D)






