RingkasanMedia.id – Samarinda , Gelombang haru menyelimuti Samarinda saat ribuan calon jemaah haji memadati GOR Segiri di Jalan Kesuma Bangsa. Dalam suasana khidmat, Pemerintah Kota Samarinda menggelar prosesi pelepasan jemaah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026.
Sebanyak 1.024 jemaah haji asal Samarinda resmi dilepas untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Keberangkatan mereka dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 26 April 2026, dengan sistem pembagian kelompok terbang (kloter).
Jumlah tersebut menjadikan Samarinda sebagai daerah dengan kuota jemaah terbanyak di Provinsi Kalimantan Timur pada musim haji tahun ini.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, hadir langsung memimpin prosesi pelepasan dan memberikan arahan kepada para jemaah. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Ibadah haji memerlukan kondisi tubuh yang prima serta kesiapan mental dalam menghadapi berbagai situasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan sejumlah tantangan yang akan dihadapi jemaah, terutama suhu ekstrem di Arab Saudi. Saat puncak ibadah, seperti wukuf di Arafah, suhu udara dapat mencapai sekitar 50 derajat Celsius.
Selain itu, jarak antara penginapan dan lokasi ibadah juga menjadi perhatian. “Jarak tempuh bisa mencapai 3 hingga 7 kilometer, sehingga perlu diantisipasi dengan baik,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Samarinda memberikan bantuan tambahan berupa uang saku sebesar 100 riyal atau sekitar Rp450 ribu kepada setiap jemaah. Secara keseluruhan, total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar Rp460,8 juta.
Program bantuan ini telah berjalan selama empat tahun terakhir sebagai komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kelancaran ibadah haji masyarakat.
“Semoga bantuan ini dapat membantu kebutuhan jemaah selama di Tanah Suci dan menjadi berkah,” harap Andi Harun.
Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Samarinda, Jurait, menjelaskan bahwa keberangkatan jemaah tahun ini dibagi ke dalam lima kloter.
“Kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 26 April menuju embarkasi sebelum melanjutkan perjalanan ke Madinah,” jelasnya.
Ia menambahkan, rentang usia jemaah cukup beragam, mulai dari 17 hingga 88 tahun. Mayoritas jemaah merupakan pendaftar sejak 2012 dengan masa tunggu sekitar 14 tahun.
Jurait juga memastikan bahwa seluruh jemaah telah memenuhi persyaratan kesehatan sebelum keberangkatan, termasuk menjalani pemeriksaan medis dan vaksinasi lengkap.
Ia pun mengimbau para jemaah untuk senantiasa menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah.
“Jaga kesehatan, atur pola makan, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas terkait situasi di Timur Tengah,” pungkasnya. (M.I.A.D)






