RingkasanMedia.id – Samarinda, Suara deru mesin yang tak lagi mulus dan kendaraan yang tersendat di jalanan Samarinda memicu kegelisahan. Warga mengeluh bahwa mobil mereka mengalami brebet, mati mendadak, bahkan mogok total setelah mengisi BBM jenis Pertalite dan Pertamax. Keluhan-keluhan ini memenuhi media sosial dalam beberapa hari terakhir, menciptakan keresahan di kalangan masyarakat.
Menanggapi hal ini, Gubernur Kalimantan Timur H. Rudi Mas’ud tidak tinggal diam. Sabtu pagi (5/4/2025), ia memimpin langsung inspeksi mendadak ke dua SPBU di Samarinda untuk menelusuri kebenaran dari keluhan yang berkembang.
Gubernur Rudi didampingi Anggota DPRD Provinsi Kaltim Abdul Giaz dan Adib, manajer regional Kilang Pertamina Balikpapan, melakukan sidak yang lebih dari sekadar formalitas. Ini adalah langkah konkret sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap masyarakat.
Lokasi pertama yang disambangi adalah SPBU Coco 61.75102 di Jalan Slamet Riyadi, dilanjutkan ke SPBU 64.75109 di Jalan PM Noor—dua titik yang disebut-sebut sebagai pusat dari masalah yang menimpa kendaraan warga.
Di hadapan media dan masyarakat, Gubernur Rudi langsung membuka tangki timbun dan menggunakan alat pengukur density serta pasta air untuk memastikan apakah ada kontaminasi dalam bahan bakar yang dijual. “Saya datang bukan untuk pencitraan, ini bentuk tanggung jawab saya kepada masyarakat,” ujar Gubernur dengan nada serius.
Hasil uji awal memang menunjukkan bahwa kualitas Pertalite dan Pertamax masih sesuai dengan standar. Namun, bagi Gubernur, itu belum cukup. Ia memerintahkan pengambilan sampel BBM untuk dibawa ke laboratorium guna menguji kandungan sulfur, zat aditif, dan potensi pencemaran lainnya.
Gubernur Rudi juga meminta transparansi penuh dari Pertamina, bahkan menginstruksikan agar bill of loading (BOL) BBM diunggah ke akun resmi Pertamina agar publik dapat memantau dan mengetahui secara langsung kondisi bahan bakar yang beredar.
“Jika kendaraan Anda rusak setelah mengisi BBM, segera laporkan ke hotline 135. Jangan diam,” tegas Gubernur kepada warga.
Dalam sidak ini, Abdul Giaz, Anggota DPRD yang turut serta, membagikan temuan mengejutkan. Ia menunjukkan bahwa dirinya telah mengambil sampel BBM langsung dari kendaraan warga yang mengalami kerusakan. “Kita tak bisa menutup mata terhadap kenyataan ini. Mesin rusak, kendaraan mogok, dan bahkan harus melalui servis besar—ini semua nyata,” ujarnya dengan penuh keprihatinan.
Sebelumnya, pihak Polresta Samarinda dan Pertamina telah melakukan pengecekan dan hasilnya menunjukkan tidak ada kandungan air dalam tangki timbun. Namun, persoalan masih belum terpecahkan. Jika tangki SPBU bersih, lalu dari mana sumber masalah yang menyebabkan kerusakan pada kendaraan?
“Kami belum puas. Fakta di lapangan lebih berbicara keras daripada hasil laboratorium,” ujar Abdul Giaz. “Kami akan terus mencari dan menyelidiki sampai masalah ini terungkap sepenuhnya.”
Masyarakat kini berharap agar upaya ini tidak berhenti di sini. Kepercayaan publik terhadap kualitas BBM harus segera dipulihkan. Tidak boleh ada lagi ketakutan saat mengisi BBM, dan tidak boleh ada lagi keraguan saat menyalakan mesin kendaraan.
Gubernur Rudi menutup sidaknya dengan janji yang tegas: “Saya akan pastikan semuanya terbuka. Tidak ada yang boleh dirugikan.”






