RingkasanMedia.id, Samarinda – Matahari pagi di Samarinda memancarkan sinarnya yang hangat, seakan ikut menyambut semangat kemerdekaan yang berkobar di halaman Mapolresta Samarinda, Jumat (15/8/2025). Di bawah langit biru, ratusan warga dari berbagai usia berkumpul, mengenakan senyum dan semangat yang sama: merayakan 80 tahun kemerdekaan Indonesia dengan kebersamaan.

Polresta Samarinda menggelar olahraga bersama yang mempertemukan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat. Tak ada jarak, tak ada sekat—hanya gerakan senam yang kompak diiringi musik ceria, menandai bahwa persatuan bisa terjalin lewat hal sederhana: bergerak bersama.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, S.I.K., M.H., hadir bersama Ketua Bhayangkari Cabang Samarinda, didampingi para pejabat utama Polresta Samarinda. Dari jajaran pemerintah, perwakilan Forkopimda ikut menyatu di tengah warga, membaur tanpa protokol kaku.
“Momentum HUT RI ke-80 ini kami jadikan ajang memperkuat persatuan dan semangat kebangsaan. Semoga kegiatan seperti ini terus terjalin, sehingga hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat semakin kokoh. Bersatu, berdaulat, rakyat sejahtera, Indonesia maju,” ujar Hendri Umar, dengan nada yang memancarkan optimisme.
Usai senam bersama, tawa lepas terdengar di sela pengundian doorprize. Anak-anak berlarian riang, para orang tua saling bertegur sapa, dan para aparat tersenyum tulus kepada warga. Di setiap sudut, ada cerita kebersamaan yang terukir—cerita tentang betapa indahnya ketika pemerintah, aparat, dan masyarakat berdiri sejajar sebagai satu bangsa.
Acara ini tak sekadar rangkaian peringatan HUT RI. Ia adalah simbol bahwa kemerdekaan bukan hanya perayaan, tetapi juga pengingat bahwa bangsa ini dibangun di atas gotong royong dan persaudaraan. Dan di halaman Mapolresta Samarinda, nilai itu hidup—bernapas bersama dalam langkah-langkah senam, dalam tepukan tangan, dan dalam tatapan mata yang saling menghargai.
Dengan tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Polresta Samarinda berharap kegiatan seperti ini akan terus menjadi tradisi. Karena selama kita masih mau berjalan bersama, tak ada jarak yang tak bisa ditempuh, dan tak ada cita-cita bangsa yang terlalu jauh untuk diraih.(AAY)






