RingkasanMedia.id – Samarinda, Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Polresta Samarinda mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan mudik dengan matang. Imbauan ini disampaikan sebagai bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang digelar secara nasional guna memastikan keamanan, keselamatan, serta kelancaran aktivitas masyarakat selama periode Lebaran.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan pihak kepolisian bersama instansi terkait telah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan. Selain pengaturan arus lalu lintas dan penjagaan di titik-titik strategis, patroli juga akan ditingkatkan di kawasan permukiman yang ditinggalkan warga selama mudik.
Menurutnya, masyarakat dipersilakan memanfaatkan momentum libur Lebaran untuk pulang kampung, berwisata, maupun bersilaturahmi dengan keluarga. Namun, ia menekankan pentingnya persiapan yang matang agar perjalanan berlangsung aman dan nyaman.
“Kami menyarankan masyarakat yang akan mudik ataupun melakukan kegiatan lainnya seperti berkunjung ke tempat wisata atau keluarga agar benar-benar mempersiapkan semuanya dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan warga agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan dalam waktu lama. Seluruh pintu dan jendela rumah sebaiknya dikunci dengan baik guna meminimalkan potensi tindak kriminal.
Selain itu, masyarakat diminta memastikan peralatan rumah tangga yang berpotensi menimbulkan bahaya, seperti kompor maupun instalasi listrik, sudah dimatikan sebelum berangkat.
“Pastikan rumah dalam kondisi aman, pintu dan jendela sudah terkunci. Kemudian kompor dan peralatan lainnya yang berpotensi menimbulkan bahaya harus benar-benar dipastikan sudah dalam keadaan mati,” jelasnya.
Terkait kendaraan yang tidak dibawa saat mudik, Hendri menyarankan masyarakat untuk menitipkannya di tempat yang memiliki sistem pengamanan memadai. Beberapa lokasi yang dapat dimanfaatkan antara lain kantor kepolisian, kantor kelurahan, maupun pos keamanan lingkungan.
Menurutnya, langkah tersebut dapat memberikan rasa aman bagi pemilik kendaraan yang meninggalkan kota dalam waktu cukup lama.
“Kalau kendaraan tidak dibawa saat mudik, bisa dititipkan di kantor kepolisian atau tempat lain yang memiliki pengamanan, seperti kantor kelurahan maupun pos keamanan lingkungan yang dijaga oleh petugas,” katanya.
Di sisi lain, Polresta Samarinda juga akan meningkatkan patroli rutin di kawasan permukiman, khususnya di wilayah yang diketahui banyak ditinggalkan oleh pemilik rumah selama masa mudik.
Patroli tersebut dilakukan untuk memastikan situasi keamanan tetap terjaga sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindak kriminal seperti pencurian rumah kosong.
“Kami akan melakukan patroli secara berkala di wilayah permukiman untuk memastikan rumah-rumah yang ditinggal mudik tetap dalam kondisi aman,” tuturnya.
Selain persoalan keamanan lingkungan, kepolisian juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi peningkatan angka kecelakaan lalu lintas selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran.
Hendri menjelaskan bahwa setiap tahun periode Lebaran biasanya diikuti peningkatan volume kendaraan di jalan raya yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati saat berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum digunakan untuk perjalanan jauh.
“Kita berharap angka kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin sehingga tidak ada korban, baik yang meninggal dunia, luka berat, maupun luka ringan,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Idulfitri sebagai momen kebahagiaan bersama keluarga tanpa mengabaikan aspek keselamatan selama perjalanan.
Menurutnya, kewaspadaan dan persiapan yang baik akan membantu mencegah berbagai risiko yang dapat mengganggu perjalanan mudik.
“Mari kita jadikan Idulfitri sebagai momen kebahagiaan, tetapi tetap harus berhati-hati dan memperhitungkan berbagai risiko agar perjalanan berjalan aman dan lancar,” pungkasnya. (M.I.A.D)






