RingkasanMedia.id – Samarinda, Alunan shalawat menggema syahdu di pelataran Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda saat Haddad Alwi tampil menutup rangkaian Kala Fest 2026, Minggu malam (10/05/2026). Penampilan emosional melalui lagu “Rindu Muhammadku” sukses menghadirkan suasana haru sekaligus hangat di tengah ribuan jamaah yang memadati kawasan Islamic Center sejak sore hari.
Antusiasme masyarakat terlihat luar biasa. Ribuan jamaah bahkan telah berdatangan sejak ba’da Ashar dan bertahan hingga acara berakhir sekitar pukul 22.30 WITA. Tidak sedikit pengunjung yang ikut bersholawat bersama sambil mengabadikan momen penampilan Haddad Alwi yang menjadi salah satu magnet utama pada penutupan festival tersebut.
Kala Fest 2026 yang diinisiasi Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) bukan sekadar menghadirkan hiburan religi, tetapi juga menjadi wadah penguatan ekonomi dan literasi syariah di Bumi Etam.
Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Bayuadi Hardiyanto, mengungkapkan bahwa selama tiga hari pelaksanaan, KalaFest berhasil menarik lebih dari 24 ribu pengunjung serta menjangkau sekitar 700 ribu audiens secara digital.
“KalaFest tahun ini mengangkat tiga fokus utama, yaitu pembiayaan sosial syariah, halal lifestyle, serta literasi dan edukasi ekonomi syariah. Kami ingin mendorong percepatan pembangunan ekonomi berbasis nilai Islam di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu capaian penting dalam festival tersebut adalah terselenggaranya program business matching yang mempertemukan pelaku UMKM dengan lembaga keuangan syariah. Dari program tersebut, tercatat realisasi pembiayaan mencapai Rp3,29 miliar.
Selain itu, gerakan “Kaltim Berwakaf Digital” juga mendapat respons positif dari masyarakat dengan total penghimpunan dana mencapai Rp53,4 juta. Dana tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai program sosial dan pemberdayaan umat di Kalimantan Timur.
Tak hanya sektor keuangan syariah, festival ini juga memberi dampak terhadap penguatan ekonomi masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan serentak di tujuh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Program tersebut mencatat total transaksi penjualan hingga Rp670 juta.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan peluncuran situs resmi KDEKS sebagai pusat informasi ekonomi dan industri halal, serta penyerahan bantuan sarana prasarana bagi pondok pesantren dan Rumah Potong Unggas (RPU) halal.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan KalaFest yang dinilai mampu memperluas pemahaman masyarakat terkait ekonomi syariah.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menilai literasi ekonomi syariah sangat penting, khususnya bagi generasi muda yang akan menjadi tulang punggung ekonomi daerah di masa depan.
“Kalimantan Timur didominasi usia produktif. Jika generasi muda memahami ekonomi syariah sejak sekarang, maka 10 sampai 20 tahun mendatang mereka akan menjadi penggerak ekonomi daerah yang lebih kuat dan sejahtera,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa sertifikasi halal bagi produk UMKM bukan hanya menyangkut kualitas produk, tetapi juga bentuk tanggung jawab dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Penutupan KalaFest 2026 yang merupakan bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia itu turut dihadiri jajaran Forkopimda Kaltim, Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim Agus Taufik, serta Wakil Ketua Dekranasda Kaltim Wahyu Hernaningsih Seno Aji.
Kesuksesan KalaFest 2026 diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, modern, dan berkelanjutan di Kalimantan Timur. (M.I.A.D)






