Jeroes Muda Kumpulkan Lebih dari 200 Kilogram Sampah di Sungai Karang Mumus

RingkasanMedia.id – Samarinda, Komunitas Jelantah Heroes (Jeroes) bersama pelajar dari tiga Sekolah Adiwiyata menggelar aksi bersih-bersih di aliran Sungai Karang Mumus, Samarinda, Jumat (25/9/2026) pagi.

Aksi yang dimulai dari kawasan Jalan Tarmidi tersebut melibatkan para pelajar yang tergabung dalam Jeroes Muda bersama guru pendamping. Mereka menyisir aliran sungai menggunakan dua kapal Kharisma dan dua unit speedboat.

Bacaan Lainnya

Tiga sekolah yang terlibat yakni SMP Negeri 9, SMP Negeri 34, dan SMP Negeri 46 Samarinda. Para siswa menyusuri aliran sungai dan mengangkat berbagai sampah yang ditemukan mengapung maupun menyumbat saluran di sekitar permukiman warga.

Dalam waktu sekitar dua setengah jam, tim gabungan berhasil mengumpulkan lebih dari 200 kilogram sampah. Sampah yang ditemukan didominasi plastik sekali pakai, styrofoam, popok bayi, limbah pakaian, serta sampah rumah tangga lainnya.

Koordinator Komunitas Jelantah Heroes, M. Alfarizi E, mengatakan aksi tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini.

“Sungai yang bersih adalah hak sekaligus kewajiban kita bersama. Melalui aksi ini, kami ingin menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini kepada generasi muda. Mereka tidak malu atau ragu kotor-kotoran demi menyelamatkan ekosistem sungai kita,” ujarnya.

Selain membersihkan sungai, Jeroes juga berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di kawasan bantaran sungai. Warga diajak untuk membuang sampah pada tempatnya serta menerapkan pemilahan sampah.

Perwakilan Guru Sekolah Adiwiyata, Adi Bugman, mengapresiasi kolaborasi antara komunitas dan sekolah dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, persoalan sampah di Sungai Karang Mumus tidak hanya berkaitan dengan perilaku masyarakat, tetapi juga dipengaruhi kondisi pasang air laut yang dapat membawa sampah masuk ke aliran anak sungai.

“Penumpukan sampah di Sungai Karang Mumus bukan hanya soal kurangnya edukasi warga, melainkan juga dipengaruhi fenomena pasang purnama laut yang membawa sampah masuk ke anak sungai saat musim kemarau,” katanya.

Sementara itu, salah seorang peserta Jeroes Muda, Rifky Nurahman, mengaku awalnya merasa kurang nyaman dengan kondisi sungai. Namun, banyaknya sampah yang ditemukan justru membuat para siswa semakin bersemangat untuk melakukan pembersihan.

“Awalnya memang berbau dan terkesan kotor, tapi setelah melihat banyaknya sampah seperti popok dan plastik yang menyumbat air, kami makin semangat membersihkannya. Semoga warga tidak lagi membuang sampah langsung ke sungai,” ujarnya.

Seluruh sampah yang terkumpul kemudian diangkut menggunakan armada truk sampah milik DLH Kota Samarinda untuk dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan aliran sungai dan saluran drainase, terutama menjelang musim penghujan. Pembersihan serta pengelolaan sampah secara terpadu dinilai perlu terus dilakukan untuk mengurangi potensi penyumbatan dan genangan di kawasan permukiman.

Komunitas Jelantah Heroes menyampaikan apresiasi kepada tim Bumi Berseru Fest dan Telkom Indonesia yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan aksi bersih Sungai Karang Mumus tersebut. (M.I.A.D)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *