RingkasanMedia.id – Samarinda, SMK Medika Samarinda terus berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui kegiatan bakti sosial (baksos) pemeriksaan kesehatan gratis di pusat perbelanjaan Samarinda Square. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap Senin hingga Sabtu, pukul 13.00 hingga 18.00 WITA.
Baksos tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat, khususnya pengunjung Samarinda Square, mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk mempraktikkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
Rudy, Koordinator Bakti Sosial SMK Medika Samarinda, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelayanan sekolah kepada masyarakat sekaligus kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi langsung dengan pasien.
“Tujuannya memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pengunjung mal Samarinda Square. Sekaligus melatih anak-anak untuk berkomunikasi dengan pasien secara langsung dan memberikan kesempatan kepada mereka mempraktikkan apa yang didapat selama pendidikan,” ujarnya.
Adapun layanan pemeriksaan yang tersedia meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan asam urat. Selain itu, tersedia pemeriksaan menggunakan alat Quantum Resonance Magnetic yang disebut pihak sekolah sebagai pemeriksaan 38 parameter.
Menurut Rudy, pemeriksaan tersebut dilakukan dengan menempelkan telapak tangan pada alat yang terhubung dengan komputer. Alat kemudian menghasilkan laporan berdasarkan pembacaan yang dilakukan sistem. Hasil pemeriksaan tetap perlu dipahami sesuai fungsi dan keterbatasan alat, serta dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan indikasi masalah kesehatan.
SMK Medika Samarinda juga menyediakan alat untuk mengukur komposisi tubuh. Pemeriksaan ini mencakup perkiraan kadar lemak di bawah kulit, kandungan air tubuh, kebutuhan protein, serta massa otot. Informasi tersebut dapat menjadi gambaran awal untuk membantu seseorang memahami kondisi komposisi tubuhnya.
Salah satu fitur yang diperkenalkan dalam layanan ini adalah pengukuran usia metabolik. Rudy menjelaskan, hasilnya dapat berbeda dari usia kronologis seseorang dan berkaitan dengan sejumlah faktor, termasuk pola hidup, pola makan, serta kebiasaan istirahat.
“Usia metabolik bisa lebih tua atau lebih muda dibandingkan usia sebenarnya. Itu bergantung pada pola hidup, pola makan, dan pola istirahat,” jelasnya.
Rutin Menjangkau Masyarakat
SMK Medika Samarinda berdiri sejak 2010 dan saat ini beralamat di Jalan Padat Karya, Sempaja, Samarinda. Sejak awal berdiri, sekolah tersebut telah menjalankan kegiatan bakti sosial dengan menyasar lokasi-lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat, termasuk pusat perbelanjaan.
Kegiatan di Samarinda Square menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan layanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat di tengah aktivitas sehari-hari. Di sisi lain, kegiatan ini memberikan pengalaman praktik bagi siswa agar terbiasa berkomunikasi dan memberikan pelayanan secara langsung.
Dengan jumlah sekitar 1.500 siswa, SMK Medika Samarinda berupaya menyiapkan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai bidang pendidikan, siap memasuki dunia kerja, serta mampu meraih prestasi.
Melalui kegiatan baksos yang dilakukan secara rutin, SMK Medika Samarinda berharap dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membangun kompetensi dan kepercayaan diri para siswanya.
Berbekal slogan “Memang Beda, Anti Galau”, SMK Medika Samarinda terus mendorong siswanya untuk berkembang melalui pembelajaran di sekolah maupun pengalaman langsung di tengah masyarakat. (M.I.A.D)







