RingksanMedia.id, SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kalimantan Timur kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan hasil audit internal dan eksternal atas pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sepanjang tahun 2025.
Predikat tersebut mencerminkan komitmen BAZNAS Kaltim dalam menerapkan prinsip akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana umat. Hasil audit ini merupakan kewajiban tahunan yang dilaporkan kepada Gubernur Kalimantan Timur, BAZNAS RI, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama.
Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan, menyatakan bahwa capaian WTP menjadi bentuk pertanggungjawaban lembaga kepada publik atas pengelolaan dana ZIS yang dihimpun dari masyarakat.
“Setiap akhir tahun, hasil audit selalu kami publikasikan sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat. Alhamdulillah, tahun ini BAZNAS Kaltim kembali memperoleh predikat WTP,” ujar Ahmad Nabhan saat memberikan keterangan pers di Kantor BAZNAS Kaltim, Kamis (29/1).
Sepanjang 2025, BAZNAS Kaltim menjalankan sejumlah program penyaluran yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, pendayagunaan ekonomi, advokasi, serta dakwah. Seluruh program dilaksanakan melalui proses verifikasi dan validasi yang ketat guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Di bidang pendidikan, BAZNAS Kaltim menyalurkan bantuan kepada peserta didik yang mengalami kendala pembiayaan, khususnya yang menempuh pendidikan di pesantren swasta.
Penyaluran dilakukan secara langsung kepada lembaga pendidikan setelah melalui tahapan verifikasi.
Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, Badrus Syamsi, mengungkapkan bahwa selama 2025 pihaknya menghimpun dana ZIS sekitar Rp20 miliar dan menyalurkan sebesar Rp23 miliar.
Penyaluran tersebut turut memanfaatkan saldo dana tahun sebelumnya.
“Samarinda menjadi wilayah dengan permohonan penyaluran tertinggi. Secara keseluruhan, pertumbuhan zakat di Kalimantan Timur menunjukkan tren positif, dengan peningkatan hampir 25 persen sejak 2021 hingga 2025.
Pada periode 2024–2025, BAZNAS Kaltim juga menempati peringkat pertama dalam efektivitas penyaluran serta peringkat kedua dalam efisiensi penghimpunan ZIS,” ujarnya.
Dengan capaian tersebut, BAZNAS Kaltim berharap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana ZIS terus meningkat, seiring dengan upaya memperluas manfaat zakat bagi kesejahteraan umat di Kalimantan Timur. (AAY)






