Damkar Samarinda Imbau Warga Tak Tangani Ular Sendiri, Risiko Gigitan Tinggi

RingkasanMedia.id – Samarinda, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Samarinda kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menangani ular secara mandiri, terutama yang berpotensi berbisa, tanpa pengetahuan dan peralatan yang memadai.

Imbauan ini disampaikan menyusul insiden seorang relawan yang mengalami gigitan ular saat mencoba melakukan evakuasi tanpa perlengkapan yang sesuai standar.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Damkar Samarinda, Hendra AH, menilai masih banyak pihak yang meremehkan risiko dalam penanganan ular, hanya mengandalkan keberanian tanpa memperhatikan aspek keselamatan.

“Tidak cukup hanya berani. Harus paham tekniknya dan menggunakan alat seperti penjepit khusus serta perlindungan diri,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi bukti bahwa prosedur keselamatan kerap diabaikan di lapangan. Dalam kasus itu, korban diketahui mencoba menangani ular tanpa perlengkapan yang semestinya, sehingga meningkatkan risiko serangan.

Hendra menjelaskan, penanganan ular merupakan bagian dari layanan penyelamatan Damkar dalam kategori *animal rescue* yang membutuhkan keterampilan khusus serta pengalaman di lapangan.

Karena itu, ia mengimbau relawan maupun masyarakat untuk tidak bertindak sendiri, melainkan selalu berkoordinasi dengan petugas resmi.

“Silakan membantu, tapi harus tetap dalam koordinasi. Jangan mengambil tindakan sendiri yang justru membahayakan,” tegasnya.

Sebagai langkah preventif, Damkar Samarinda juga menggandeng Info Taruna Samarinda (ITS) untuk memberikan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Posko 1 Damkar Samarinda di Jalan Mulawarman, dengan melibatkan puluhan relawan dari berbagai latar belakang. Dalam sesi tersebut, peserta dibekali pengetahuan mengenai identifikasi jenis ular berbisa, teknik penanganan yang aman, hingga prosedur evakuasi yang tepat.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman terkait penanganan korban gigitan ular, termasuk pentingnya penanganan medis lanjutan serta penggunaan serum anti bisa sesuai jenis racun.

Hendra menegaskan, masyarakat tidak perlu mengambil risiko saat menemukan ular di lingkungan sekitar. Warga cukup melaporkan kejadian kepada Damkar dengan menyertakan dokumentasi agar dapat segera ditindaklanjuti.

Ia juga menyarankan agar warga menjaga jarak aman dari lokasi serta membatasi ruang gerak ular hingga petugas tiba.

Dengan langkah tersebut, diharapkan potensi kecelakaan akibat penanganan yang tidak tepat dapat diminimalkan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan dalam menghadapi situasi darurat. (M.I.A.D)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *