RingkasanMedia.id – Samarinda, Suasana Kampung Ketupat, Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang, Minggu malam (14/9/2026), dipadati masyarakat yang antusias menghadiri puncak kegiatan Gema Gawi Gau Fest 2026. Festival budaya yang menghadirkan beragam pertunjukan seni tersebut berlangsung meriah dengan dukungan masyarakat, pegiat budaya, tamu undangan, serta berbagai komunitas seni.
Acara diawali dengan berbagai penampilan budaya, mulai dari musik tradisional Tingkilan, tarian khas Makassar, hingga sejumlah pertunjukan seni daerah lainnya yang menghibur pengunjung sepanjang malam.
Pimpinan Produksi Gema Gawi Gau Fest 2026, Ariel Pasli Baso, yang mewakili Ketua Panitia, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, festival ini diharapkan menjadi ruang kebersamaan sekaligus sarana pelestarian budaya yang mampu memperkuat identitas masyarakat melalui karya seni dan kreativitas generasi muda.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung kegiatan ini. Semoga festival ini menjadi warna yang indah untuk mempererat kebersamaan sekaligus menjaga dan melestarikan budaya kita,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Puguh Wiyatno, mengapresiasi penyelenggaraan festival yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Ia menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan kebudayaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Menurutnya, kekuatan utama festival ini terletak pada keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal.
“Kebudayaan tidak akan hidup tanpa masyarakat yang terus merawat dan mengembangkannya. Yang paling menarik dari kegiatan ini adalah keterlibatan generasi muda yang menjadi harapan dalam menjaga warisan budaya ke depan,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian. Ia menilai Gema Gawi Gau Fest 2026 merupakan inisiatif luar biasa yang berhasil menghadirkan ruang ekspresi bagi para pelaku seni dan budaya lokal.
Menurut Hetifah, keberlangsungan kebudayaan tidak hanya bergantung pada regulasi dan dukungan pemerintah, tetapi juga pada masyarakat yang terus berkarya, belajar, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya.
“Kebudayaan tidak mungkin bertahan dan berkembang kalau tidak ada orang-orang yang mau berkarya, tampil, belajar, dan mewariskannya. Karena itu saya sangat mengapresiasi seluruh seniman dan generasi muda yang terlibat dalam kegiatan ini,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian penghargaan kepada sejumlah tokoh budaya, sponsor pendukung, serta media partner yang turut berkontribusi menyukseskan festival.
Puncak acara ditandai dengan penampilan Drama Musikal Hikayat Balo Lipa yang dipersembahkan oleh Sanggar Pilar Pertunjukan tersebut berhasil memukau ratusan penonton yang memenuhi area acara.
Dengan balutan seni teater, musik, tari, dan tata panggung yang menarik, kisah Hikayat Balo Lipa disajikan secara modern tanpa meninggalkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Penampilan para pemain mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan meriah dari penonton hingga akhir pertunjukan.
Melalui Gema Gawi Gau Fest 2026, Kampung Ketupat kembali menunjukkan potensinya sebagai ruang tumbuh kreativitas dan pelestarian budaya di Kota Samarinda, sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk terus mengenal dan mencintai warisan budaya Nusantara. (M.I.A.D)







