RingkasanMedia.id – Samarinda, Lonjakan jumlah penumpang terjadi secara signifikan di Bandara APT Pranoto dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipicu oleh pengalihan sejumlah penerbangan akibat penyesuaian jam operasional di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.
Kepala BLU Kantor UPBU Kelas I APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, menjelaskan bahwa lonjakan tersebut merupakan dampak langsung dari proses pemeliharaan infrastruktur di Bandara Sepinggan yang tengah memasuki tahap *test speed runway*.
Dilansir inibalikpapan.com, penyesuaian operasional di Bandara Sepinggan dilakukan sebagai bagian dari persiapan proyek *overlay* atau penebalan landasan pacu secara menyeluruh.
Selama proses tersebut, otoritas bandara memberlakukan pembatasan jam operasional pada tanggal tertentu, yakni 9, 11, dan 13 April 2026. Pada hari-hari tersebut, operasional bandara ditutup mulai pukul 14.00 hingga 05.00 WITA.
Kondisi ini menyebabkan sebagian besar maskapai dan penumpang mengalihkan rute penerbangan mereka melalui Bandara APT Pranoto Samarinda.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan maskapai Lion Group, Kadek menyebutkan bahwa okupansi penumpang pada rute tertentu masih menunjukkan angka yang tinggi meskipun terjadi perubahan bandara kedatangan.
“Rute Jakarta–Samarinda hingga saat ini masih cukup padat. Namun, untuk rute sebaliknya, yakni Samarinda–Jakarta, terpantau relatif lebih sepi,” jelasnya, Senin (13/4/2026).
Penutupan operasional Bandara Sepinggan pada sore hingga dini hari secara otomatis mengalihkan arus pergerakan penumpang menuju Samarinda sebagai ibu kota provinsi.
Menanggapi situasi tersebut, pihak pengelola Bandara APT Pranoto bergerak cepat dengan mengajukan permohonan kepada Otoritas Bandara Wilayah VII agar bandara tersebut dapat difungsikan secara resmi sebagai *alternate airport*.
Langkah strategis ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan penerbangan nasional selama masa pembatasan berlangsung, sekaligus memastikan mobilitas masyarakat di Kalimantan Timur tetap berjalan lancar.
“Kami berharap langkah ini dapat menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya yang terdampak penyesuaian jam terbang di Balikpapan,” pungkasnya. (M.I.A.D






