RingkasanMedia.id – Jakarta, Pelatih baru Tim Nasional Indonesia, John Herdman, mengungkapkan alasan di balik keputusannya memilih menangani skuad Garuda dibanding menerima tawaran dari dua negara lain, yakni Jamaika dan Honduras. Menurut Herdman, Indonesia memiliki kombinasi ideal antara visi sepak bola yang jelas, kualitas pemain yang menjanjikan, serta basis pendukung yang sangat fanatik.
Hal tersebut disampaikan Herdman dalam jumpa pers perkenalan resminya yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa. Pelatih asal Inggris itu menilai Indonesia merupakan tempat yang tepat untuk melanjutkan karier kepelatihannya.
“Saya tertarik ke Indonesia karena negara ini memiliki visi yang jelas, pemain berkualitas, dan pencinta sepak bola yang luar biasa fanatik,” ujar Herdman.
Ia menambahkan, pengalamannya bekerja di kawasan CONCACAF memberinya banyak pembelajaran. Namun, Indonesia dinilai memiliki potensi yang jauh lebih besar dari sisi populasi dan kecintaan masyarakat terhadap sepak bola.
“Saya pernah bekerja di CONCACAF dan punya pengalaman di sana. Tapi dengan populasi sekitar 280 juta penduduk, di mana sebagian besar sangat mencintai sepak bola, ini adalah tempat yang tepat bagi saya,” katanya.
Kontrak 2+2 dan Tangani Timnas U-23
John Herdman dikontrak oleh PSSI dengan skema dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun (2+2). Selain memimpin tim nasional senior, Herdman juga dipercaya untuk menangani Timnas U-23 Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Herdman menekankan pentingnya sinergi antar tim nasional kelompok usia, mulai dari U-17, U-20, U-23, hingga tim senior. Menurutnya, keselarasan filosofi dan budaya bermain menjadi kunci utama dalam mempercepat kesiapan pemain muda saat dipromosikan ke level senior.
“Bekerja bersama tim kepelatihan U-20 dan U-23 menjadi sangat penting. Kita harus punya konsistensi dalam filosofi, budaya, dan pendekatan taktik,” jelasnya.
Pelatih yang sukses mengantarkan Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 setelah 36 tahun absen itu menilai, perbedaan gaya antar pelatih harus tetap memiliki benang merah agar pemain dapat beradaptasi dengan cepat.
“Setiap pelatih tentu punya filosofi sendiri, tetapi harus ada kesamaan dasar agar pemain siap ketika mendapat panggilan. Jadwal internasional sangat padat, jadi adaptasi harus cepat,” tambahnya.
Perkenalkan Asisten Pelatih Fisik
Dalam kesempatan yang sama, PSSI juga memperkenalkan Cesar Meylan sebagai asisten pelatih fisik. Kehadiran Meylan menandai berlanjutnya kerja sama jangka panjang antara dirinya dan Herdman.
Meylan merupakan penyandang gelar Doktor (PhD) di bidang strength & conditioning, yang telah bekerja bersama Herdman selama lebih dari satu dekade, mulai dari Timnas Putri Selandia Baru, Timnas Putri Kanada, Timnas Putra Kanada, hingga klub Toronto FC.
Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas fisik pemain Timnas Indonesia sekaligus mendukung visi jangka panjang Herdman dalam membangun fondasi sepak bola nasional yang kuat dan berkelanjutan. (M.I.A.D)






