Ribuan Mahasiswa Aliansi MAHAKAM Gelar Aksi di DPRD Kaltim, Suarakan 11 Tuntutan Rakyat

Oplus_131072

RingsanMedia.id, Samarinda – Teriakan “Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Hidup Perempuan yang Melawan!” menggema di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Senin (1/9/2025). Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi MAHAKAM bersama berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas ojek online (ojol), turun ke jalan menyuarakan keresahan bangsa.

Massa aksi memulai perjalanan dari Islamic Center Samarinda sebelum bergerak menuju Gedung DPRD Kaltim. Tidak hanya mahasiswa, kehadiran para driver ojol juga menambah kekuatan solidaritas. Mereka mengaku ikut bergabung karena merasakan langsung dampak kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil.

Berbagai Pamflet Menghiasi Aksi Damai

Dalam orasi, mahasiswa menegaskan bahwa bangsa ini sedang menghadapi krisis serius. Hukum disebut kerap diperalat demi kepentingan politik, demokrasi kian tergerus, biaya pendidikan makin mahal, militerisasi kehidupan sipil semakin nyata, dan rakyat kecil, termasuk pekerja sektor informal seperti ojol, semakin terpinggirkan.

Melalui aksi damai ini, Aliansi MAHAKAM membacakan 11 tuntutan rakyat, mulai dari penolakan RUU KUHAP, penghapusan tunjangan mewah DPR, hingga desakan pengesahan RUU Perampasan Aset, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), dan RUU Masyarakat Adat. Mereka juga menuntut peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, penghentian represifitas terhadap gerakan rakyat, hingga perlindungan lingkungan dari kejahatan ekologis.

Aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 WITA berlangsung tertib hingga sore hari. Namun, mendekati pukul 18.00 WITA, situasi sempat memanas ketika terjadi pelemparan ke arah gedung DPRD, bahkan ditemukan indikasi bom molotov. Aparat segera bertindak untuk mengamankan situasi.

Lakukan Pengamanan

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menyebut meski ada insiden, tidak ada petugas yang mengalami luka serius. “Menjelang batas akhir izin aksi, eskalasi meningkat sehingga kami bersama Pangdam dan Kapolda sepakat melakukan pembubaran massa. Syukurlah, kondisi bisa dikendalikan,” ujarnya.

Sebelumnya Polisi mengamankan 22 orang untuk diperiksa sekitar pukul 02.00 Wita di Daerah Jalan.Banggeris, Dari jumlah itu, 18 orang dipulangkan setelah tidak terbukti terlibat dugaan bom molotov yang akan di gunakan saat aksi unjuk rasa berlangsung, sementara 4 lainnya masih dalam proses penyidikan. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak Universitas Mulawarman, terutama dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, untuk memastikan prosesnya transparan.

Meski sempat diwarnai ketegangan, secara umum aksi berlangsung damai dan bermartabat. Para mahasiswa, masyarakat, hingga ojol yang ikut serta menegaskan bahwa perjuangan tidak akan berhenti sampai suara rakyat benar-benar didengar.(AAY)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *