RingkasanMedia.id, Samarinda – Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda selama beberapa hari terakhir menyebabkan bencana longsor di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cempaka, yang berlokasi di Jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu. Akibatnya, sekitar 35 makam dilaporkan rusak dan perlu segera ditangani.
Peristiwa longsor terjadi setelah hujan berturut-turut melanda kawasan tersebut, dengan curah hujan tinggi pada Senin (27/5) dan Selasa (28/5). Tanah yang jenuh air tak mampu menahan beban, menyebabkan lereng pemakaman amblas. Hingga Sabtu pagi (31/5), sebanyak 12 jenazah telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan, dan proses evakuasi terus berlanjut.
“Empat makam kami evakuasi pagi ini, ditambah delapan yang sudah dipindahkan kemarin. Saat ini kami sedang bersiap mengevakuasi makam kelima hari ini,” ujar Ariyanto, salah satu petugas penggali makam di TPU Cempaka.
Menurut Ariyanto, longsor mulai terjadi setelah banjir kedua pada Selasa. “Air mulai naik sejak Senin, tapi masih bisa kami kendalikan. Setelah banjir kedua datang, struktur tanah tidak sanggup lagi menahan air, akhirnya longsor,” jelasnya.
Sebagian besar makam yang terdampak berada di lereng yang sebelumnya sudah diperkuat dengan fondasi turapan dan cakar ayam. Namun, tekanan air dan pergerakan tanah membuat struktur penahan itu jebol.
Pengelola TPU pun mengambil langkah cepat dengan mendatangkan alat berat dan melakukan relokasi makam-makam yang terdampak. Proses ini dilakukan secara hati-hati, dengan mempertimbangkan persetujuan dari keluarga ahli waris.
“Kami sudah mulai menghubungi keluarga pemilik makam. Beberapa langsung menyetujui relokasi, seperti keluarga almarhum Pak Idris. Namun, sebagian masih dalam proses musyawarah,” tambah Ariyanto.
Sementara itu, Camat Samarinda Ulu, Sujono, membenarkan bahwa potensi longsor di kawasan TPU Cempaka sudah terpantau sejak dua pekan lalu. Beberapa retakan kecil telah muncul, namun intensitas hujan yang sangat tinggi dalam dua hari terakhir memperparah situasi.
“Pada Senin dan Selasa, hujan turun terus-menerus. Retakan kecil berkembang menjadi pergerakan tanah yang signifikan. Akibatnya, sejumlah makam ikut terbawa longsor,” ungkap Sujono.
Menanggapi kejadian ini, pihak Kecamatan Samarinda Ulu telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), serta pengurus TPU Cempaka. Tim darurat telah dibentuk untuk menangani evakuasi dan relokasi makam secara tertib dan beretika.
“Sudah ada 12 keluarga yang menyetujui pemindahan makam. Kami upayakan semua proses dilakukan dengan penuh penghormatan kepada jenazah dan keluarganya,” tutup Sujono.
Warga yang memiliki keluarga dimakamkan di TPU Cempaka diimbau untuk segera memeriksa kondisi makam dan berkoordinasi dengan pengurus TPU jika ditemukan tanda-tanda kerusakan. Relokasi terus dilakukan demi menjaga keutuhan makam dan mencegah dampak longsor yang lebih luas.(AAY)






