RingkasanMedia.id – Samarinda, Malam pergantian tahun 2025–2026 di Hotel Mercure Samarinda diawali dengan suasana yang khidmat dan penuh empati. Di tengah keprihatinan atas musibah yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera serta menyesuaikan dengan edaran pemerintah, perayaan malam tahun baru tahun ini digelar tanpa pesta kembang api. Meski demikian, kemeriahan tetap terasa melalui konsep tematik “My Wonderland” yang ceria dan ramah keluarga.
General Manager Mercure–Ibis Samarinda, Seto Marsono, menjelaskan bahwa secara keseluruhan perayaan malam tahun baru kali ini mengusung tema My Wonderland yang terinspirasi dari dunia animasi dan imajinasi.
“Konsepnya My Wonderland. Kita terinspirasi dari animasi seperti Chocolate Factory dan Alice in Wonderland. Itu yang kita jadikan tema malam ini,” ujar Seto Marsono kepada awak media di sela-sela perayaan malam tahun baru di Mercure Hotel Samarinda, Rabu (31/12/2025) malam.
Menurut Seto, antusiasme tamu tetap terjaga dengan baik meskipun perayaan dilakukan secara sederhana. Hal tersebut terlihat dari tata ruang ballroom yang dikemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, serta variasi menu makanan yang lebih beragam.
“Kalau kita lihat, setup ballroom juga berbeda dengan pilihan makanan yang variasinya tidak sama seperti tahun lalu. Ballroom cukup terisi, cukup padat, begitu juga di area kolam renang,” ungkapnya.
Pemilihan tema Wonderland, lanjut Seto, bukan tanpa alasan. Konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk menciptakan suasana ceria, tematik, dan dekat dengan nilai kebersamaan keluarga.
“Wonderland itu identik dengan suasana yang ceria dan sangat dekat dengan keluarga. Tahun baru kan biasanya momen kebersamaan, itu yang ingin kita tonjolkan agar keluarga bisa menikmati,” jelasnya.
Dari sisi tingkat hunian, Seto menyebut capaian tahun ini sejalan dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk dua hotel yang dikelola, yakni Mercure dan Ibis Samarinda, tingkat okupansi pada malam tahun baru mencapai angka maksimal.
“Alhamdulillah, okupansi seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk dua hotel, Mercure dan Ibis, 100 persen,” katanya.
Terkait kebijakan perayaan tanpa kembang api, pihak hotel menegaskan komitmen empati dan kepedulian sosial. Acara dibuka dengan doa bersama sebagai bentuk solidaritas kepada saudara-saudara di Sumatera yang terdampak bencana.
“Kita turut prihatin. Di awal acara kita buka dengan doa. Secara grup, Accor juga menyalurkan bantuan, begitu juga dari Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA),” tutur Seto.
Ia menegaskan bahwa absennya kembang api tidak mengurangi makna dan kemeriahan perayaan malam tahun baru.
“Walaupun tanpa kembang api, insyaallah tetap meriah. Meriah dan diawali dengan doa,” ucapnya.
Dari sisi pengunjung, mayoritas tamu berasal dari Kota Samarinda. Namun, perayaan malam tahun baru ini juga dihadiri tamu dari berbagai daerah sekitar seperti Kutai Barat, Kutai Timur, dan Bontang, serta sejumlah tamu dari luar kota hingga mancanegara.
“Ada juga tamu dari Jakarta yang sedang bekerja di sini, bahkan tadi ada tamu dari Swedia. Ada juga warga Samarinda yang merantau ke luar negeri dan kebetulan pulang kampung. Jadi memang cukup beragam,” jelasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian My Wonderland, Hotel Mercure Samarinda menghadirkan Gala Dinner di Crystal Grand Ballroom dengan konsep tematik, ragam menu khusus, hiburan keluarga, serta berbagai penawaran menarik. Para tamu juga berkesempatan memenangkan grand prize seperti sepeda motor, logam mulia, hingga paket perjalanan wisata ke Bali dengan menginap di Grand Mercure Seminyak Bali.
Menatap tahun 2026, Seto Marsono menyampaikan harapannya agar kondisi bisnis dapat semakin membaik.
“Semoga 2026 lebih baik dari 2025. Kita tahu 2025 cukup menantang secara bisnis, tapi tantangan itu justru mendorong kami untuk terus mencari solusi dan berinovasi. Kami tetap optimis,” pungkasnya.
Dengan mengawali malam pergantian tahun melalui doa dan kepedulian, perayaan “My Wonderland” di Hotel Mercure Samarinda tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyuguhkan makna kebersamaan, empati, dan optimisme menyambut tahun baru 2026. (M.I.A.D)






