Kebakaran Maut Menjelang Sahur Pemilik Ruko di Samarinda Menjadi Korban Terjebak Kobaran Api

Oplus_131072

Ringkasanmedia.id-Samarinda Sebuah kebakaran tragis melanda sebuah ruko di Jalan Pangeran Hidayatullah, Kelurahan Sungai Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, pada Minggu (9/3) sekitar pukul 03.15 Wita, saat umat Muslim tengah menjalani sahur di bulan Ramadan.

Insiden ini mengakibatkan kebakaran besar yang menghanguskan Ruko UD Agung Paint Center, sebuah toko bahan bangunan yang menjual cat, tiner, serta bahan-bahan mudah terbakar lainnya.

Bacaan Lainnya

Api yang melalap ruko ini terus berkobar selama lebih dari dua jam, membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan untuk memadamkan api. Banyaknya bahan mudah terbakar di dalam ruko memperburuk keadaan, sehingga petugas pemadam kebakaran harus berulang kali mengisi ulang tangki air untuk mengatasi api yang terus membesar.

Suasana di lokasi kebakaran sangat mengharukan. Kepanikan dan rasa duka yang mendalam terlihat jelas di wajah keluarga korban yang tak kuasa menahan tangis.

Beberapa anggota keluarga bahkan menangis histeris ketika mengetahui bahwa orang yang mereka cintai, pemilik ruko, telah tewas dalam kebakaran tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra AH, menjelaskan bahwa kebakaran ini menghanguskan satu ruko dan juga berdampak pada dua ruko lainnya. Tragisnya, seorang pemilik ruko perempuan ditemukan meninggal dunia di lantai dua, diduga terjebak api dan tidak sempat menyelamatkan diri.

“Kebakaran yang terjadi di persimpangan tiga antara Jalan Hidayatullah dengan Muso Salim ini menghanguskan satu tempat usaha. Dua ruko lainnya terdampak. Korban, seorang perempuan pemilik ruko, ditemukan meninggal dunia dengan kondisi sangat mengenaskan, 100% terbakar di lantai dua, kamar nomor 3,” kata Hendra AH.

Korban ditemukan dalam keadaan yang sangat tragis, tubuhnya terbakar habis dan sulit dikenali. Ia ditemukan di atas tempat tidur, tertimpa plafon yang runtuh akibat api yang terus membesar.

Untuk memadamkan api, Disdamkar Kota Samarinda mengerahkan lima posko dan melibatkan relawan dari seluruh kota. Dugaan sementara menunjukkan bahwa kebakaran ini disebabkan oleh korsleting listrik, meskipun penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan.

“Korban tidak dapat dikenali lagi karena tubuhnya hangus terbakar dan tertimpa atap plafon,” tambah Hendra AH.

Kebakaran ini tidak hanya mengakibatkan kerugian material yang besar, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban.

Foto Relawan Gabungan samarinda

Warga setempat pun merasa sangat kehilangan, terlebih kejadian ini terjadi di tengah suasana Ramadan yang seharusnya penuh dengan kedamaian.(AYY)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *