RingkasanMedia.id – Samarinda, Suasana religius menyelimuti kawasan Jalan Gerilya Gang Keluarga, Samarinda, saat Majelis Mahabatusholihin kembali menggelar majelis rutin bulanan. Meski hujan mengguyur sejak sore, antusiasme jamaah tak surut. Sejak usai salat Isya, jamaah terus berdatangan untuk mengikuti peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan Haul Guru Sekumpul.
Majelis ini dipimpin langsung oleh Khadimul Majelis Mahabatusholihin Samarinda, Muhammad Arifin Ilham, yang akrab disapa Guru Ayib. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin bulanan yang kali ini dikemas secara khusus dalam rangka memperingati dua momentum besar umat Islam.
“Majelis rutin bulanan ini kita niatkan sebagai peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sekaligus Haul Guru Sekumpul. Alhamdulillah, dihadiri para habib, ulama, tokoh masyarakat, jamaah sekitar majelis, hingga santri dan santriwati dari pondok pesantren,” ujar Guru Ayib.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut, baik melalui dukungan dana, makanan, maupun bantuan lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada siapa pun yang telah berpartisipasi. Semua ini kita maknai sebagai wujud gotong royong dan kebersamaan. Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa spiritual, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah, seperti yang dicontohkan dalam manaqib Guru Sekumpul,” tuturnya.

Rangkaian acara diawali dengan lantunan shalawat yang dibawakan oleh tim hadrah Majelis Mahabatusholihin Samarinda, menghadirkan suasana khidmat dan menyejukkan hati para jamaah.
Puncak acara diisi dengan tausyiah oleh Habib Quraish Assegaf. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya rahmat Allah dalam kehidupan manusia.
“Manusia tidak bisa hidup tanpa rahmat. Tanpa rahmat, kehidupan akan terasa hambar. Dan magnet Haul Guru Sekumpul begitu luar biasa karena di dalamnya terdapat rahmat Allah yang besar,” ujar Habib Quraish di hadapan jamaah.
Ia menambahkan, keberkahan haul dan majelis-majelis dzikir menjadi sarana bagi umat untuk memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Majelis berlangsung dengan penuh kekhusyukan hingga akhir acara. Jamaah tampak mengikuti setiap rangkaian dengan khidmat, mencerminkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan para ulama.
Melalui majelis ini, Mahabatusholihin Samarinda kembali menegaskan perannya sebagai ruang dakwah, silaturahmi, dan penguatan spiritual umat, sekaligus menjaga tradisi keilmuan dan kecintaan kepada para wali Allah di tengah kehidupan masyarakat. (M.I.A.D)






