RingkasanMedia.id, Samarinda – Di tengah modernisasi yang serba cepat, ada satu warisan budaya yang tetap teguh berdiri sebagai simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Samarinda: Tenun Samarinda. Setiap helai benangnya bercerita tentang sejarah, ketekunan, serta kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi.
Memahami pentingnya melestarikan warisan ini, FUGO Hotel Samarinda menghadirkan sebuah langkah nyata melalui Ruang Tenun Samarinda bertajuk “Threads of Heritage”.
General Manager FUGO Hotel Samarinda, Nalom P. Sidaruk, menyampaikan bahwa pihaknya kini menghadirkan Ruang Tenun Samarinda bertajuk “Threads of Heritage”. Kehadiran ruang ini diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan warisan budaya dengan generasi muda. Tenun tidak sekadar sehelai kain, tetapi juga mengandung nilai sejarah, identitas, serta kebanggaan budaya masyarakat Samarinda.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan We Care Better, sebuah inisiatif CSR FUGO Hotel & Resort yang telah memasuki tahun ketiga. Dalam rangka ulang tahun tersebut, pihak hotel memilih untuk mengangkat Tenun Samarinda sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mendorong pengembangan UMKM. Melalui ruang khusus di area lobi hotel, para perajin diberi kesempatan untuk menampilkan karya mereka secara langsung. Para tamu yang menginap pun dapat mengenal lebih dekat keindahan Tenun Samarinda.

“Setiap tahun kami menghadirkan tema yang berbeda. Untuk tahun ini kami fokus pada tenun, dan ke depan bisa saja dilanjutkan dengan kerajinan lokal lainnya. Harapannya, kegiatan ini dapat dikenal luas oleh masyarakat serta menjadi agenda rutin untuk mendukung pelestarian budaya,” jelas Nalom.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda yang diwakili oleh Plt. Kabid Pengembangan Pariwisata, Diana P. Juliadi, menegaskan bahwa keberadaan Ruang Tenun memiliki kontribusi penting sebagai bentuk apresiasi terhadap para perajin.
“Tenun Samarinda bukan hanya produk kerajinan, tetapi juga mengandung nilai sejarah, identitas, dan kebanggaan masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi Kota Samarinda yang berbudaya, berdaya, dan berkomitmen pada pelestarian tradisi lokal. Kami juga terus melakukan pembinaan, pendampingan, serta promosi melalui berbagai pameran, baik di dalam maupun luar kota,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan We Care Better tahun ketiga ini juga diisi dengan pemotongan tumpeng serta talk show seputar Tenun Samarinda yang menghadirkan tokoh pemuda, lurah Tenun, dan perajin setempat. Berbagai hasil karya ditampilkan, mulai dari sarung, kopiah, busana, hingga selendang, lengkap dengan demonstrasi proses menenun secara langsung.

Lebih dari sekadar kain, Tenun Samarinda adalah simbol kebanggaan dan jati diri. Dengan menggunakan tenun, masyarakat turut berperan dalam menjaga warisan leluhur, mendukung para perajin lokal, serta memperkuat identitas budaya di tengah arus modernisasi.

Mengenakan Tenun Samarinda juga berarti mengangkat nilai kearifan lokal agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Acara akan berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 September 2025 dari pukul 07.00 – 17.00 WITA di lobi FUGO Hotel Samarinda.(AAY)






