RingkasanMedia.id – Samarinda, Partai Gerindra Kalimantan Timur (Kaltim) belum menentukan figur yang akan diusung pada pemilihan kepala daerah mendatang. Penentuan kandidat masih menunggu berbagai tahapan internal partai, mulai dari survei elektabilitas hingga keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra.
Sekretaris DPD Gerindra Kaltim, Agus Suwandy, mengatakan proses penjaringan masih berlangsung dan membutuhkan waktu. Menurutnya, partai akan mempertimbangkan sejumlah aspek sebelum menentukan sosok yang dinilai layak untuk maju dalam kontestasi politik mendatang.
“Siapa yang akan didorong, siapa yang memiliki elektabilitas baik, dan siapa yang mampu berkomunikasi dengan semua partai. Karena Gerindra tidak bisa berjalan sendiri,” ujar Agus, Selasa (23/9/2026).
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah memerlukan kolaborasi lintas partai politik. Karena itu, figur yang nantinya mendapat dukungan Gerindra harus mampu membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai kekuatan politik demi kepentingan masyarakat Kalimantan Timur.
Selain komunikasi politik, hasil survei dan tingkat penerimaan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam proses penentuan kandidat.
“DPP tentu melihat hasil survei. Siapa yang paling diterima masyarakat dan siapa yang memiliki kemampuan untuk memperjuangkan kepentingan Kalimantan Timur, itu yang menjadi pertimbangan,” katanya.
Terkait namanya yang turut disebut dalam bursa bakal calon Wali Kota Samarinda, Agus memilih menanggapi dengan santai. Menurutnya, tahapan Pilkada masih cukup panjang dan seluruh proses akan diserahkan kepada mekanisme partai.
“Saya mengalir saja. Sudah hampir 25 tahun saya berada di dunia politik, jadi saya mengikuti proses yang ada,” ucapnya.
Agus menambahkan, keputusan akhir mengenai figur yang akan diusung tetap berada di tangan DPP Gerindra dengan mempertimbangkan masukan dari pengurus daerah, hasil survei, serta aspirasi masyarakat.
Ia juga tidak menutup kemungkinan munculnya lebih dari satu nama yang akan dipertimbangkan sebelum partai menetapkan keputusan final.
“Yang terpenting adalah bagaimana figur yang dipilih nantinya mampu membangun kolaborasi dengan partai-partai lain. Harus ada kecocokan visi dan misi untuk bersama-sama membangun daerah ini,” pungkasnya. (M.I.A.D)







