RingkasanMedia.id – Samarinda, Lonjakan harga beras di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang dilaporkan mencapai hampir Rp1 juta per karung mendapat respons cepat dari pemerintah. Satuan Tugas Daerah (Satgasda) Pangan Polda Kalimantan Timur bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) turun langsung mengawal distribusi bahan pokok dari Gudang Bulog di Jalan Slamet Riyadi, Samarinda, Senin, 9 Februari 2026 pukul 07.30 WITA.
Ketua Tim Kelompok Kerja Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Yudhi Harsatriadi, mengatakan langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan di wilayah perbatasan tetap terjaga.
Ia menyebut, pada tahap awal didistribusikan sebanyak 3.200 kilogram atau 3,2 ton komoditas pangan yang terdiri dari beras premium, beras SPHP, dan minyak goreng Minyakita. Bantuan ini diharapkan mampu menekan lonjakan harga di Mahakam Ulu.
“Menyikapi kabar harga beras di Mahakam Ulu yang mencapai Rp1 juta per karung, hari ini kami kirim beras dan Minyakita sebagai langkah stabilisasi pasokan dan harga,” ujarnya.
Koordinator Tim Satgasda Pangan Polda Kaltim, AKBP Haris Kurniawan, menegaskan bahwa tingginya harga beras bukan disebabkan oleh praktik penimbunan. Berdasarkan hasil pemantauan, kendala utama berasal dari hambatan distribusi dan jarak tempuh yang jauh.
“Belum ditemukan adanya penimbunan. Kenaikan harga dipicu kendala transportasi, terutama jalur sungai yang masih terganggu, serta jarak distribusi yang cukup panjang,” jelasnya.
Polda Kaltim bersama jajaran Polresta Samarinda, lanjutnya, akan terus melakukan pengawasan dan pengawalan distribusi bahan pangan hingga sampai ke masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan Timur.
Sementara itu, Pemimpin Kanwil Bulog Kaltim-Kaltara, Musazdin Said, menjelaskan distribusi ke Mahakam Ulu saat ini tidak dapat melalui jalur sungai karena operasional kapal belum memungkinkan. Pengiriman dialihkan melalui jalur darat meski memerlukan waktu lebih lama.
“Jalur sungai belum bisa dilalui, sehingga distribusi dialihkan lewat darat. Perkiraan waktu tempuh sekitar dua sampai tiga hari melalui rute Melak–Ujoh Bilang yang masih dalam proses pembangunan,” terangnya.
Setibanya di Mahakam Ulu, komoditas pangan tersebut akan diserahkan kepada pemerintah kabupaten untuk dijual melalui program pasar murah dan bazar menjelang Ramadan guna membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Bulog menegaskan harga jual harus mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai arahan Bapanas, yakni beras premium Rp15.400 per kilogram, beras SPHP Rp13.100 per kilogram atau Rp65.500 per kemasan lima kilogram, serta Minyakita maksimal Rp15.700 per liter. (M.I.A.D)






