Harga Plastik Melonjak, UMKM Samarinda Tertekan di Tengah Dampak Konflik Global

RingkasanMedia.id – Samarinda, Lonjakan harga bahan baku plastik akibat dampak konflik global antara Iran dan Israel mulai memberikan tekanan serius bagi para pelaku usaha di Samarinda.

Di tengah relatif stabilnya harga sejumlah komoditas pangan, kenaikan harga kemasan plastik justru menjadi beban baru yang menggerus margin keuntungan, khususnya bagi pelaku UMKM seperti penjual minuman dan makanan siap saji.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kota Samarinda, Heni Kartika Handayani, mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik saat ini sudah berada di luar batas kewajaran.

“Kasihan UMKM, seperti penjual kopi atau es teh yang menggunakan cup plastik. Mereka mengeluh, kalau harga jual dinaikkan, pelanggan bisa beralih,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, para pedagang bahkan menyebut kenaikan harga plastik bukan lagi sekadar naik, melainkan sudah “meloncat” dalam waktu singkat.

Kondisi tersebut memaksa pelaku usaha kecil mencari berbagai cara untuk menekan biaya produksi. Sebagian di antaranya rela menempuh jarak lebih jauh demi mendapatkan harga yang sedikit lebih murah.

Heni mencontohkan, ada pedagang yang memilih membeli plastik hingga ke kawasan Loa Buah karena selisih harga yang lebih rendah dibandingkan di pusat kota seperti kawasan Antasari.

“Misalnya di Antasari harganya Rp10.000, di Loa Buah bisa Rp8.000. Mereka ke sana, tapi belum tentu efisien kalau dihitung biaya bensin dan tenaga, apalagi jalannya banyak dilalui truk besar,” jelasnya.

Dampak Global Picu Kenaikan Harga Plastik

Kenaikan harga plastik tidak hanya terjadi di Samarinda, tetapi juga dirasakan secara nasional bahkan global. Hal ini dipicu oleh terganggunya rantai pasok bahan baku plastik akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Bahan baku utama plastik berasal dari produk turunan minyak bumi seperti nafta. Ketika konflik memanas di wilayah Timur Tengah—yang merupakan salah satu pusat produksi minyak dunia—harga minyak mentah global ikut terdorong naik.

Kenaikan harga minyak ini berdampak langsung pada biaya produksi plastik, sehingga harga bahan baku seperti resin plastik ikut melonjak.

Selain itu, gangguan distribusi logistik global, kenaikan biaya pengiriman, serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memperparah kondisi tersebut di Indonesia.

Akibatnya, harga berbagai jenis kemasan plastik seperti cup, kantong, dan wadah makanan mengalami kenaikan yang signifikan di pasaran.

Di tengah kondisi ini, pelaku UMKM diharapkan mampu bertahan dengan berbagai strategi, mulai dari efisiensi operasional hingga inovasi produk. Namun, dukungan pemerintah dan stabilitas harga bahan baku tetap menjadi faktor penting agar usaha kecil tetap bisa bertahan dan berkembang. (M.I.A.D)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *