RingkasanMedia.id – Samarinda, Kaltim Expo 2026 resmi dibuka di Atrium BIG Mall Samarinda, Rabu (19/8/2026) sore. Mengusung semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ajang pameran multiproduk ini menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha, UMKM, pemerintah, industri, komunitas dan masyarakat.
Kaltim Expo 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 Agustus 2026, setiap pukul 10.00 hingga 22.00 WITA. Masyarakat dapat mengunjungi pameran tersebut secara gratis.
Pembukaan dihadiri sejumlah unsur pemerintah, pelaku industri, dunia usaha, perbankan, peserta pameran serta berbagai pemangku kepentingan yang mendukung pengembangan ekonomi Kalimantan Timur.
Pembukaan Kaltim Expo 2026 ditandai dengan pemencetan tombol sirene oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur (TP-PKK Kaltim), Hj. Sarifah Suraidah Rudy Mas’ud, bersama sejumlah pejabat dan tamu undangan yang hadir.
Direktur Utama PT ADW Bersaudara Group, Deddy Iskandar, mengatakan Kaltim Expo merupakan agenda tahunan yang digelar sebagai bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan RI sekaligus upaya menghadirkan ruang produktif bagi berbagai sektor ekonomi di Kalimantan Timur.
Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini menghadirkan 32 stan pameran yang berasal dari berbagai sektor, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), perbankan, perusahaan, kesehatan, furnitur, properti, perhiasan, edukasi hingga fashion.
Pameran juga diikuti peserta dari sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur, Kota Balikpapan dan Kota Samarinda.
“Kaltim Expo merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk terus menghadirkan ruang yang dapat mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, industri, komunitas dan masyarakat dalam satu wadah yang produktif, kreatif serta memberikan manfaat bagi pengembangan ekonomi daerah,” ujar Deddy.
Ia berharap kehadiran para peserta tidak berhenti pada aktivitas pameran semata. Lebih dari itu, Kaltim Expo diharapkan mampu membuka peluang baru, memperluas jaringan, memperkenalkan produk dan layanan, serta melahirkan kolaborasi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Deputy Head of Industry Development ASPERAPI, Iqbal Rudianto, memberikan apresiasi terhadap konsistensi penyelenggaraan Kaltim Expo yang dinilai turut berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian daerah sekaligus mengembangkan industri pameran dan MICE di Kalimantan Timur.
Menurut Iqbal, pameran memiliki fungsi lebih luas dibanding sekadar tempat memperkenalkan produk. Kegiatan seperti Kaltim Expo menjadi titik temu antara pelaku usaha, pemerintah, investor dan masyarakat untuk membangun jaringan serta menemukan peluang kerja sama baru.
“Kalimantan Timur memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sektor industri, perdagangan, UMKM, pariwisata maupun ekonomi kreatif. Karena itu, kegiatan seperti Kaltim Expo memiliki peran penting dalam memperluas promosi dan membuka akses pasar bagi berbagai potensi tersebut,” jelasnya.
ASPERAPI, lanjutnya, berkomitmen mendukung pengembangan industri pameran dan MICE di Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur.
Ia berharap Kaltim Expo 2026 mampu menghasilkan networking yang semakin luas, transaksi yang lebih banyak, serta membuka peluang investasi dan kolaborasi baru bagi pelaku usaha.
Pemprov Kaltim Dorong UMKM Perluas Pasar
Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Timur yang dibacakan Staf Ahli Gubernur, Pemprov Kaltim menyampaikan apresiasi kepada PT ADW Bersaudara Group dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan Kaltim Expo 2026.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menilai keberadaan pameran seperti Kaltim Expo memiliki arti penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Di balik setiap produk yang dipamerkan, terdapat pelaku usaha, tenaga kerja, kreativitas dan keluarga yang menggantungkan harapan pada keberlanjutan aktivitas ekonomi.
Karena itu, pemerintah berharap Kaltim Expo dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, bertemu konsumen, membangun jaringan dan menemukan mitra baru.
“Semakin luas jaringan yang terbentuk, akan semakin terbuka pula kesempatan bagi UMKM kita untuk berkembang. Dan inilah ekosistem ekonomi yang ingin kita terus bangun di Kalimantan Timur,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Pemprov Kaltim juga menilai terdapat empat sektor yang memiliki ruang kolaborasi sangat besar, yakni UMKM, ekonomi kreatif, investasi dan pariwisata.
Pariwisata yang berkembang dapat membuka pasar baru bagi produk lokal. Ekonomi kreatif memberikan nilai tambah melalui ide, karya, desain dan inovasi. UMKM menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat, sementara investasi dapat menghadirkan modal, teknologi, jaringan dan akses pasar yang lebih luas.
Kaltim Expo 2026 dinilai menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan seluruh potensi tersebut dengan pasar.
Pemprov Kaltim pun mengajak masyarakat untuk turut memberikan dukungan dengan datang langsung ke lokasi pameran, mengenal produk dan pelaku usaha, serta membeli produk yang ditawarkan.
“Potensi itu harus kita olah menjadi kekuatan ekonomi yang nyata. Produk yang bagus harus menemukan pasar, ide yang kreatif harus mendapatkan ruang, destinasi wisata harus dikelola secara profesional, dan anak-anak muda yang memiliki kemampuan harus mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan usaha dan karyanya,” demikian pesan Gubernur Kaltim.
Lima Hari, Gratis untuk Masyarakat
Selama lima hari penyelenggaraan, masyarakat Samarinda dan sekitarnya dapat mengunjungi Kaltim Expo 2026 di Atrium BIG Mall Samarinda mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WITA.
Selain menjadi ruang promosi berbagai produk dan layanan, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat interaksi antara pelaku usaha dengan masyarakat sekaligus membuka peluang transaksi dan kerja sama baru.
Penyelenggaraan Kaltim Expo 2026 juga menjadi bagian dari semangat mengisi 81 tahun kemerdekaan dengan kerja, kreativitas dan produktivitas.
Dengan mempertemukan pemerintah, dunia usaha, UMKM, industri, ekonomi kreatif, pariwisata dan masyarakat dalam satu ruang, Kaltim Expo diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ekosistem usaha di Kalimantan Timur. (M.I.A.D)







