Sakaraska Festival 2026: Merayakan 250 Tahun Inovasi Amerika Serikat, Menguatkan Jejaring dan Kreativitas di Samarinda

RingkasanMedia.id – Samarinda, Sakaraska Festival 2026, sebuah inisiatif yang lahir dari Alumni AS Network (AAN) khususnya Alumni AS–Kalimantan, sukses digelar di Temindung Creative Hub, Samarinda, Kalimantan Timur. Mengusung tema “Celebrating 250 Years of Innovation, Security, and Entrepreneurship in the United States through the Role of Alumni in Strengthening Community Engagement in Indonesia”*, festival ini menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas yang mempertemukan inovasi, edukasi, budaya, dan kewirausahaan dalam satu perayaan yang inspiratif.

Dengan kehadiran hampir 300 pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, hingga pemangku kepentingan daerah, Sakaraska Festival 2026 menjadi salah satu agenda yang dinantikan di Kota Samarinda. Festival ini menghadirkan beragam kegiatan seperti *Entrepreneurship Workshop*, presentasi, *Economy Creative Booth*, *Music & Performance*, hingga berbagai permainan edukatif dan tradisional.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi luas bersama U.S. Embassy Jakarta, Alumni Amerika Serikat Indonesia, South Sumatera American Alumni Community, American Alumni Association of West Sumatera (AAAWS), Forum Alumni Amerika Serikat Khatulistiwa (FORASKA), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Samarinda, Temindung Creative Hub, Disporapar Kota Samarinda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, PERAK SMART (Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional), Ekonomi Kreatif (EKRAF) Kalimantan Timur, Alumni Amerika Serikat Kalimantan Timur, EducationUSA Samarinda, AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation), Fulbright Indonesia, Cornell Lab of Ornithology, serta The University of North Carolina at Chapel Hill.

Festival ini digagas dan dijalankan oleh Tim Kalimantan bernama Sakaraska (Sampan Karsa Alumni AS-Kalimantan) yang terdiri dari Theo Nugraha, Ario Maulana, Chairunnisa, Misbahul Aslam, Rahman Putra, dan Sukarti. Melalui kerja keras dan sinergi tim, festival ini berhasil menjadi wadah produktif bagi pertukaran ide dan penguatan jejaring alumni.

Acara dimulai pukul 14.00 WITA dengan sesi registrasi dan jejaring, dilanjutkan sambutan serta pengenalan Ekonomi Kreatif oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda. Agnes Gering Belawing, SP, selaku Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Kota Samarinda, memaparkan strategi pengembangan ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan daerah.

Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah workshop dan talkshow oleh Dwie Arum Meynina, BA (Hons), yang mengupas kewirausahaan dan peluang global. EducationUSA Samarinda turut memeriahkan acara dengan permainan bertema sejarah dan edukasi Amerika Serikat. Sementara itu, PERAK SMART menghadirkan permainan rakyat dan olahraga tradisional yang menghidupkan semangat kebersamaan. Yayasan Suara Rimba, KEPO Kutai, serta Unmul Presentation & Discussion juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan lintas negara.

Booth Ekonomi Kreatif turut meramaikan festival dengan menghadirkan berbagai pelaku usaha, di antaranya Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia dan Kalimantan Timur, Ibib Food, Menggeris, Jajane Destyn, Manika Kaltim, Nanaz Food, Bakulan Koe, Najnud, Rajut Handmade Kaltim, DQriyaku, dan Loa Honey.

Pada agenda malam hari, acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Proyek Sakaraska Theo Nugraha, perwakilan Alumni AS Network Hanna Wirena Putri, serta mitra lokal. Presentasi bertajuk “250 Tahun Inovasi, Keamanan, dan Kewirausahaan Amerika Serikat” disampaikan oleh perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Momentum penting lainnya adalah peresmian festival oleh Hj. Elly Luchritia Nova Saefuddin Zuhri, S.T., M.T., selaku Wakil Ketua TP PKK Kota Samarinda, yang dilanjutkan dengan peluncuran Program LMS (Learning Management System) oleh Tim Sakaraska melalui Irma Fitriani selaku fasilitator. Platform digital ini dirancang untuk mengelola aktivitas pembelajaran daring dan memperluas akses edukasi komunitas.

Suasana malam semakin semarak dengan pertunjukan seni dan pertukaran budaya. Next Door to the Blues membawakan musik blues, Rizal Ramdani tampil dengan musik hip hop, Octhavianie Jessyca Putri menampilkan Tari Kancet Lasan, serta Sanggar Pesona 22 (SMP 22 Samarinda) mempersembahkan tari daerah Kalimantan.

Mitra lokal yang mendukung kegiatan ini antara lain KPOTI Kaltim, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UNMUL, KEPO Kutai, Yayasan Suara Rimba, SMP Negeri 22 Samarinda, Universitas Mulawarman, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, UMKT IT Based Paperless University, Yudhistira Dunia Buku Sekolah, Yudhistira E-book, serta ANW Air Minum dalam Kemasan (Air Demineral).

Festival ini juga didukung oleh media partner seperti RRI Kota Samarinda, Radio KPFM 96.8 Samarinda, Visual Jalanan, VOIR Kaltim, Tentang Samarinda, Ragam Samarinda, 0541 Magazine, Local Native Borneo, dan SATO Entertainment.

Secara keseluruhan, Sakaraska Festival 2026 tidak hanya menjadi ajang perayaan 250 tahun inovasi Amerika Serikat, tetapi juga bukti nyata peran alumni dalam memperkuat keterlibatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, serta membangun kolaborasi berkelanjutan di Kalimantan Timur. (M.I.A.D)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *