Seminar Akademik UT Samarinda Bekali 1.282 Calon Wisudawan Hadapi Era AI Tanpa Kehilangan Integritas

RingkasanMedia.id – Samarinda, Universitas Terbuka (UT) Samarinda menggelar Seminar Akademik bertajuk “Lulusan Adaptif di Era Artificial Intelligence: Berkarya, Berinovasi dan Tetap Berintegritas” di Plenary Convention Hall Samarinda, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang akan berlangsung pada Ahad (20/9/2026).

Seminar tersebut diikuti oleh 1.282 calon wisudawan yang akan mengikuti prosesi wisuda keesokan harinya. Selain seminar akademik, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penampilan live music, pembagian doorprize, penyampaian tracer study alumni, pelantikan Ikatan Alumni (IKA) UT Samarinda, hingga gladi bersih wisuda.

Bacaan Lainnya

Direktur UT Samarinda, Rusna Ristasa, mengatakan tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan harapan agar para lulusan mampu menghadapi perubahan dunia yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, AI telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, dunia kerja, bisnis, kesehatan, pemerintahan hingga cara manusia berkomunikasi dan mengambil keputusan.

“Artificial Intelligence bukan lagi masa depan, tetapi kenyataan hari ini. Teknologi AI telah membantu manusia dalam menulis, menerjemahkan, mendesain, menganalisis data hingga membantu penelitian ilmiah. Namun ada hal yang tidak bisa digantikan AI, yaitu nilai moral, empati, kepemimpinan, kejujuran, tanggung jawab dan kemampuan membangun hubungan antarmanusia,” ujarnya.

Rusna menegaskan lulusan perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya memiliki ijazah. Mereka harus menjadi pribadi yang adaptif, kreatif, inovatif, serta memiliki karakter yang kuat agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Yang dibutuhkan bukan hanya lulusan yang menguasai teknologi, tetapi lulusan yang mampu menggunakan teknologi secara bijaksana,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka, Prof. Dr. Maximus Gorky Sembiring, M.Si., hadir sebagai pembicara utama.

Dalam pemaparannya, Prof. Maximus menilai mahasiswa UT sejatinya telah memiliki modal penting untuk menghadapi era AI karena terbiasa belajar secara mandiri, disiplin dan memiliki motivasi tinggi selama menjalani perkuliahan jarak jauh.

“Kalau teman-teman kuliah di UT, Anda tidak mandiri, kira-kira lulus tidak? Kalau Anda lulus dari UT, itu karena Anda mandiri, disiplin, bermotivasi dan mau terus belajar,” katanya.

Ia menjelaskan AI atau kecerdasan buatan telah mengubah cara manusia bekerja dan belajar. Namun menurutnya, teknologi tersebut harus dipandang sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir dan nilai-nilai kemanusiaan.

Prof. Maximus bahkan mendemonstrasikan penggunaan AI kepada peserta seminar dan mengajak para calon wisudawan untuk tidak takut memanfaatkan teknologi tersebut dalam kehidupan maupun dunia kerja.

“Kalau sudah ada AI, gunakan. Tetapi jangan sampai nilai kemanusiaan hilang. Integritas harus tetap menjadi fondasi. AI tidak memiliki hati, manusialah yang harus memberikan makna dan nilai di dalam setiap penggunaannya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya budaya belajar sepanjang hayat. Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan awal dari perjalanan belajar yang sesungguhnya.

“Wisuda memang menandai berakhirnya proses belajar formal. Tetapi kalau berhenti belajar, kita akan tertinggal. Perintah pertama dalam kehidupan adalah membaca dan belajar. Jangan hanya membaca dengan mata, tetapi juga dengan hati agar kita tidak hanya mendapatkan kata-kata, melainkan makna,” pesannya.

Menutup sesi seminar, Prof. Maximus menyampaikan pesan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai luhur bangsa.

“Silakan gunakan AI dan teknologi secanggih apa pun. Tetapi jangan tinggalkan sopan santun, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan. Teknologi boleh berkembang, namun karakter harus tetap dijaga,” pungkasnya.

Melalui seminar akademik ini, UT Samarinda berharap para calon wisudawan tidak hanya siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin terdigitalisasi, tetapi juga mampu menjadi lulusan yang adaptif, inovatif, berintegritas, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di era kecerdasan buatan. (M.I.A.D)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *