Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi mengumumkan pemecatan Shin Tae-yong dari posisi pelatih Timnas Indonesia. Keputusan tersebut disampaikan dalam konferensi pers bertajuk Rencana Baru Perkembangan Timnas Indonesia Tahun 2025, yang berlangsung di Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Wakil Ketua Umum Zainudin Amali, dan Sekretaris Jenderal Yunus Nusi, namun tanpa kehadiran Shin Tae-yong.
Erick Thohir, dalam pernyataannya, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Shin Tae-yong selama menjabat sebagai pelatih. Namun, ia menegaskan bahwa perubahan kepemimpinan diperlukan untuk perkembangan lebih lanjut Timnas Indonesia.
“Kita ucapkan terima kasih kepada kinerja coach Shin dan hubungan saya sangat baik. Kita lakukan yang terbaik untuk program-program timnas. Tapi tentu dinamika timnas ini perlu juga perhatian khusus kami dalam evaluasi,” ujar Erick Thohir.
Menurut Erick, keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kebutuhan strategi yang lebih efektif, komunikasi yang lebih baik dengan para pemain, serta implementasi program yang lebih terarah.
“Kita lihat perlunya ada pimpinan yang bisa lebih menerapkan strategi yang tentu disepakati oleh pemain, komunikasi yang lebih baik, implementasi program yang lebih baik,” tambah Erick.
Surat resmi pemecatan telah disampaikan kepada Shin Tae-yong melalui manajer Timnas Indonesia, Sumardji. Erick mengonfirmasi bahwa Shin sudah menerima keputusan tersebut dan mengakhiri kerja samanya dengan PSSI.
“Pak Mardji sudah bertemu coach Shin dan coach Shin sudah menerima surat menyurat yang tentunya menandakan hubungan ini sudah berakhir. Terima kasih tentunya kepada coach Shin,” ujar Erick Thohir.






