Ribuan Porsi Bubur Asyura Dibagikan Gratis, Tradisi Muharram di Langgar Al-Falah Samarinda Kian Semarak

RingkasanMedia.id – Samarinda, Tradisi pembagian Bubur Asyura kembali digelar di Langgar Al-Falah, Jalan Muso Salim, Samarinda, dalam rangka memperingati 10 Muharram. Ribuan warga tampak memadati lokasi untuk mendapatkan bubur yang dibagikan secara gratis sebagai simbol kebersamaan dan berbagi keberkahan di Tahun Baru Islam (25/6/2026).

Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai kalangan mulai mengantre dengan tertib sambil membawa wadah masing-masing. Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Habib Muhammad Assegaf, sebelum proses pembagian bubur kepada masyarakat dimulai.

Bacaan Lainnya

Habib Muhammad Assegaf menjelaskan, tahun ini panitia menyiapkan lebih dari 3.000 porsi Bubur Asyura yang dimasak secara gotong royong dalam kuali berukuran besar. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya seiring tingginya antusiasme masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan berbagi.

“Kalau porsi sekitar tiga ribu lebih, insyaallah bisa lebih. Mudah-mudahan habis dan bisa dinikmati masyarakat. Tahun ini juga ada tambahan sekitar lima sampai enam kuali besar untuk proses memasak,” ujarnya.

Habib Muhammad Assegaf , Photo: Tim Ringkasan Media

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi bentuk syiar Islam sekaligus upaya meneladani kisah para nabi terdahulu yang sarat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Habib Muhammad Assegaf menuturkan bahwa tradisi Bubur Asyura erat kaitannya dengan kisah Nabi Nuh AS, yang mengumpulkan sisa bahan makanan setelah peristiwa banjir besar untuk kemudian dimasak bersama dan dibagikan kepada umatnya.

“Kegiatan ini mengingatkan kita kepada sunnah para nabi terdahulu. Dikisahkan Nabi Nuh mengumpulkan sisa makanan yang ada lalu dimasak menjadi bubur dan dibagikan. Nilai kebersamaan dan berbagi itulah yang ingin terus kita hidupkan,” katanya.

Ia menambahkan, tradisi yang telah rutin dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Bahkan sebagian besar bahan dan kebutuhan pelaksanaan berasal dari partisipasi warga yang secara sukarela ikut membantu.

“Alhamdulillah, ini dari masyarakat untuk masyarakat. Setiap tahun antusiasmenya semakin besar dan semakin banyak yang ingin ikut berbagi,” tambahnya.

Suasana penuh kehangatan terlihat sepanjang kegiatan. Senyum bahagia dan rasa syukur terpancar dari wajah warga yang datang untuk mendapatkan Bubur Asyura, menjadikan tradisi ini bukan hanya sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga di Kota Samarinda. (M.I.A.D)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *