RINGKASANMEDIA.ID SAMARINDA-Pawai karnaval topeng akan digelar di Kota Samarinda pada Minggu, 30 Agustus 2026, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan seni dan budaya setelah peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut digagas oleh kepala Dinas Pariwisata sebagai upaya menghidupkan kembali suasana pawai yang selama ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Agustus di Kota Samarinda.
Kepala Dinas Pariwisata Muhammad Faisal menegaskan, kegiatan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengambil alih kegiatan pawai yang sebelumnya menjadi agenda Pemerintah Kota Samarinda. Menurutnya, kegiatan ini lebih diarahkan sebagai wadah bagi komunitas seni, budaya, dan pariwisata untuk tetap menghadirkan kegiatan setelah pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan.
“Pawai akan kami laksanakan insyaallah pada 30 Agustus, hari Minggu pagi pukul 07:00.wita Ini bukan ingin merebut pawai Pemkot. Kami hanya mengambil momen setelah Agustusan, karena biasanya setelah upacara 17 Agustus memang ada pawai di Samarinda,” ujar Muhammad Faisal.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut akan mengusung konsep karnaval topeng dengan melibatkan sejumlah penggiat seni, budaya, dan komunitas di Samarinda.
Selain pawai karnaval topeng, rangkaian acara juga akan diisi dengan parade drum band serta festival seni pencak silat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi komunitas untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan keberagaman seni dan budaya kepada masyarakat.
Penyelenggara berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya dengan konsep yang lebih besar dan pelibatan komunitas yang semakin luas.
“Kami berharap tahun depan kegiatan ini bisa lebih bagus lagi. Tahun ini ada tiga kegiatan utama, yakni parade drum band, festival seni pencak silat, dan pawai karnaval topeng yang diikuti para penggiat seni, budaya, dan komunitas,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata berharap tradisi pawai di Samarinda tetap dapat hadir sebagai bagian dari ruang ekspresi masyarakat, sekaligus menjadi daya tarik wisata dan pelestarian seni budaya daerah (ARD).







