Pesantren Nabil Husein Dilanda Kebakaran Hebat, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

RingkasanMedia.id – Samarinda, Kebakaran hebat melanda gedung kantor Pondok Pesantren Nabil Husein di Jalan Rapak Indah, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, pada Rabu malam (12/03/2025). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.30 WITA itu dengan cepat menghanguskan sebagian besar bangunan, meninggalkan hanya puing-puing sisa kebakaran.

Petugas pemadam kebakaran menghadapi kesulitan besar dalam upaya memadamkan api, terutama karena akses menuju titik api di lantai atas yang sangat sulit dijangkau. Meskipun jalur menuju lokasi cukup lebar, tim pemadam harus bekerja keras menembus kobaran api yang semakin membesar.

Bacaan Lainnya

Proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam, dan akhirnya api dapat dikendalikan sepenuhnya. Petugas terus memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali di area yang terdampak.

Koordinator Keamanan Pondok Pesantren Nabil Husein, Toyo, menyampaikan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh beberapa santri yang sedang melaksanakan salat. Mereka merasakan suhu ruangan yang semakin panas, sebelum akhirnya melihat api yang mulai menyala di salah satu ruangan.

Para santri yang menyaksikan kejadian tersebut langsung berteriak meminta pertolongan. Beberapa di antaranya mencoba mendobrak pintu yang sudah dipenuhi api, namun upaya mereka tidak berhasil karena kobaran api sudah tak terkendali.

Menurut keterangan saksi, api pertama kali muncul di lantai dua, tepatnya di ruang madrasah yang digunakan untuk tempat belajar santri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari MI, SMP, MTs, SMA, hingga SMK. Api kemudian merambat ke lantai tiga yang berfungsi sebagai laboratorium komputer dan aula.

“Yang terbakar adalah gedung kantor, bukan asrama santri. Lantai tiga habis terbakar, sementara lantai dua juga hampir rata dengan tanah,” jelas Toyo.

Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Kerusakan pada peralatan seperti komputer, meja, dan kursi diperkirakan mencapai Rp 1 miliar, belum termasuk kerusakan bangunan yang memperparah dampak kerugian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *