RingkasanMedia.id – Samarinda, Kota Tepian kembali bergetar dengan dentuman musik dan sorotan cahaya otomotif dalam ajang Kontes Modifikasi Mobil PRO7 Indonesia Roadtrip Kalimantan Timur yang digelar spektakuler di Samarinda. Acara yang diprakarsai langsung oleh Fitrah, owner PRO7 Samarinda ini merupakan bagian dari tur nasional PRO7 Indonesia dalam mengembangkan budaya dan industri modifikasi kendaraan di berbagai kota besar di Indonesia.
Kontes ini terbuka untuk semua jenis kendaraan, baik mobil diesel, petrol, hingga motor, dengan satu syarat utama: penggunaan lampu PRO7, produk unggulan dari PRO7 yang kini telah tersebar melalui jaringan diler resmi di seluruh Indonesia.
Sebanyak 115 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur seperti Bontang, Tenggarong, Balikpapan, dan Sangatta turut ambil bagian. Mereka bersaing menunjukkan keunggulan modifikasi dalam berbagai kategori, mulai dari audio, interior, lampu, velg, suspensi (rsus), karbon, mesin, hingga aksesori kendaraan lainnya.
Loading peserta dimulai pukul 15.00 WITA hingga 04.00 subuh, menandai antusiasme luar biasa dari para modifikator yang ingin tampil maksimal di panggung PRO7. Penilaian dilakukan oleh juri berkompeten yang menilai setiap detail modifikasi secara menyeluruh.
Para pemenang mendapatkan berbagai hadiah menarik berupa uang tunai, produk lampu PRO7 seperti Mini Proji, King Diesel, King Petrol, dan hadiah lainnya yang mendukung dunia modifikasi.
Acara juga dimeriahkan dengan hiburan seru seperti penampilan DJ, dancer, fotomodel, serta guest star dari Surabaya dan Kediri — termasuk Brendsader PRO7 pusat yang ikut membakar semangat para peserta dan pengunjung.
“Kami ingin memajukan dunia modifikasi, khususnya di Samarinda dan Kalimantan Timur. Agenda seperti ini bukan hanya kontes, tapi juga ajang silaturahmi komunitas otomotif dari berbagai daerah. PRO7 hadir bukan sekadar produk, tapi jadi wadah berkembangnya kreativitas dan persaudaraan antar modifikator,” ujar Fitrah, owner PRO7 Samarinda.
Melalui kegiatan ini, PRO7 Indonesia bertekad untuk terus menggeliatkan industri modifikasi lokal agar semakin dikenal luas di seluruh nusantara. Setelah Samarinda, kontes akan berlanjut ke kota-kota lainnya dengan konsep dan tim berbeda, namun tetap membawa semangat yang sama: modifikasi sebagai seni dan gaya hidup. (DFA/M.I.A.D)






