Pelatihan Barista: Strategi Cerdas Kelurahan Sungai Pinang Luar Dorong Kemandirian Ekonomi Pemuda Lewat Program Probebaya.  

RingkasanMedia.id – Samarinda, Pemerintah Kelurahan Sungai Pinang Luar terus menunjukkan langkah progresif dalam mengakselerasi pembangunan masyarakat, khususnya dalam hal pemberdayaan pemuda.

Melalui pelatihan barista yang merupakan bagian dari program unggulan Probebaya (Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis RT), Kelurahan Sungai Pinang Luar menghadirkan sebuah inisiatif inspiratif yang menjawab kebutuhan zaman dan membuka peluang baru bagi generasi muda.

Bacaan Lainnya

Pelatihan ini bukan sekadar agenda pelengkap, tetapi merupakan strategi nyata untuk mengarahkan para pemuda agar memiliki keterampilan yang relevan dengan tren ekonomi kekinian.

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap budaya ngopi dan menjamurnya usaha kafe rumahan, pelatihan barista ini hadir sebagai jembatan antara minat, potensi, dan kemandirian ekonomi.

Dalam pelatihan yang difasilitasi secara profesional ini, para peserta — mayoritas adalah pemuda dari wilayah Sungai Pinang Luar — dibekali keterampilan teknis dalam dunia perkopian.

Mulai dari pengenalan jenis-jenis kopi, teknik penyeduhan manual dan mesin, hingga praktik langsung meracik berbagai minuman berbasis kopi, seluruh proses dirancang agar mereka siap menjadi pelaku usaha mandiri.

Namun tak hanya itu, mereka juga diajarkan aspek penting dalam menjalankan usaha, seperti manajemen keuangan skala mikro, pelayanan pelanggan, dan strategi pemasaran digital. Pelatihan ini tak hanya membentuk keterampilan, tapi juga membangun pola pikir wirausaha yang modern, kreatif, dan bertanggung jawab.

“Kami tidak ingin pemuda hanya menjadi penonton atau pencari kerja. Melalui pelatihan ini, kami ingin mereka punya bekal untuk membuka usaha sendiri, bahkan dari rumah sekalipun. Ini bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah kebutuhan generasi muda,” ujar Agus Salim, Lurah Sungai Pinang Luar.

Pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi program Probebaya, yang digagas oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Program ini bertujuan untuk mendekatkan pembangunan dan pemberdayaan langsung ke lingkungan masyarakat, berbasis wilayah RT, agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga.

Dalam konteks Sungai Pinang Luar, pelatihan barista menjadi jawaban atas tingginya minat anak muda terhadap dunia kuliner, khususnya kopi. Kegiatan ini juga menjadi wujud dari kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan masyarakat dalam menciptakan peluang usaha berbasis potensi lokal.

“Probebaya bukan hanya tentang infrastruktur. Ini juga tentang membangun SDM dan ekonomi keluarga. Kami harap dari pelatihan ini akan lahir barista-barista muda yang sukses membawa nama kampungnya,” ungkap Agus Salim lurah sungai pinang luar .

Salah satu hal menarik dari kegiatan ini adalah dukungan penuh dari para ketua RT di wilayah Sungai Pinang Luar. Dalam beberapa forum musyawarah, mereka sepakat untuk memberikan ruang bagi para pemuda alumni pelatihan agar bisa memulai usaha di lingkungan mereka sendiri. Area seperti halaman rumah, gang kecil, hingga jalur di sepanjang Sungai Karang Mumus, akan dioptimalkan sebagai lokasi usaha kopi skala kecil.

Langkah ini tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga menghidupkan kembali ruang publik menjadi tempat interaksi positif antar warga. Aktivitas UMKM yang berjalan dari sore hingga malam hari ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga tanpa mengganggu ketertiban dan kenyamanan lingkungan.

Pelatihan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Ganesa Samarinda, lembaga pelatihan berpengalaman di bidang perkopian. Kehadiran Ganesa memastikan seluruh proses pelatihan berjalan secara profesional, menyeluruh, dan sesuai standar industri.

Perwakilan dari Ganesa menyampaikan bahwa tujuan mereka bukan hanya mencetak peracik kopi handal, tapi juga membentuk generasi muda yang siap bersaing sebagai pelaku bisnis mandiri di era digital.

“Kami ingin melahirkan barista-barista muda yang tidak hanya paham rasa kopi, tetapi juga memiliki mentalitas bisnis, tanggung jawab, dan semangat inovatif. Pelatihan ini juga kami arahkan agar mereka bisa memulai usaha yang sederhana, seperti warung kopi teras rumah, tapi dengan standar profesional,” jelas instruktur dari Ganesa.

Kegiatan pelatihan ini tidak hanya berhenti pada seremonial pelatihan, namun juga menjadi fondasi terbentuknya komunitas wirausaha muda di Sungai Pinang Luar. Komunitas ini diharapkan bisa terus berkembang, saling berbagi pengalaman, membuka kerja sama, dan menciptakan ekosistem usaha yang saling mendukung.

Lebih dari itu, inisiatif ini memperlihatkan bahwa pembangunan tak harus selalu dimulai dari proyek besar. Terkadang, secangkir kopi bisa menjadi simbol kebangkitan ekonomi lokal, ketika digerakkan oleh semangat. (DFA/M.I.A.D)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *