RingkasanMedia.id – Samarinda, Aparat kepolisian bergerak cepat mengungkap kasus penembakan yang menewaskan seorang pria berinisial D (34) di depan sebuah tempat hiburan malam (THM) di Samarinda, Kalimantan Timur. Dalam waktu kurang dari 24 jam, sembilan orang yang diduga terlibat berhasil diamankan.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu malam dan langsung memicu kepanikan di area sekitar lokasi kejadian. Korban tewas di tempat setelah ditembak di pintu masuk THM, yang dikenal ramai pada akhir pekan.
Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro, dalam konferensi pers yang digelar Senin (5/5/2025) di Polsek Samarinda Seberang, mengungkap bahwa penangkapan dilakukan setelah penyelidikan intensif selama hampir satu hari penuh.
“Tim kami bergerak cepat, mengumpulkan berbagai informasi dari lapangan. Hasilnya, sembilan orang berhasil diamankan terkait insiden penembakan ini,” ujar Endar.
Kesembilan terduga pelaku masing-masing berinisial LA, UL, SU, SA, AR, DA, N, FA, dan UJ. Polisi mengungkap bahwa mereka memiliki peran yang berbeda dalam peristiwa tersebut. UJ diduga sebagai penembak utama, sementara FA berperan sebagai pengawas. Tujuh lainnya berperan membantu pelaksanaan aksi tersebut.
Dari penggeledahan yang dilakukan, polisi menyita sejumlah barang bukti penting, termasuk senjata api laras pendek yang diduga digunakan dalam penembakan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menduga kuat bahwa penembakan ini merupakan pembunuhan berencana. Motif utamanya mengarah pada dendam pribadi terhadap korban, yang kabarnya memiliki sejarah panjang dengan para pelaku.
“Motif awal yang kami dalami adalah dendam pribadi. Namun kami juga tidak menutup kemungkinan adanya keterkaitan dengan aktivitas ilegal, termasuk narkoba,” tambah Endar.
Indikasi keterlibatan jaringan kriminal terorganisir pun muncul, seiring dengan latar belakang relasi antara korban dan beberapa pelaku yang diduga memiliki hubungan dalam bisnis ilegal.

Pihak kepolisian kini fokus pada pendalaman peran masing-masing tersangka, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain. Penyelidikan juga melibatkan tim laboratorium forensik untuk mencocokkan senjata dan proyektil dengan luka korban.
Kapolda menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini menjadi prioritas mengingat lokasi kejadian berada di pusat keramaian dan berpotensi menimbulkan rasa tidak aman di masyarakat.
“Kami terus bekerja agar kasus ini tuntas. Keamanan warga adalah prioritas kami,” tegas Endar.
Sementara itu, jenazah korban telah dimakamkan pada Minggu sore di pemakaman keluarga. Pihak keluarga belum memberikan keterangan resmi kepada media.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi terkait kasus ini dan menyerahkan proses sepenuhnya kepada aparat hukum.
Dengan penangkapan sembilan tersangka, aparat berharap mampu meredakan keresahan publik dan mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. (M.I.A.D)






