RingkasanMedia.id – Samarinda, Kasatlantas Polresta Samarinda Kompol La Ode Prasetyo menyampaikan hasil akhir Operasi Patuh Mahakam 2025 dalam konferensi pers sekaligus silaturahmi bersama awak media, Selasa siang (29/7/2025).
Dalam keterangannya, Kompol La Ode menegaskan bahwa operasi yang berlangsung hingga 27 Juli 2025 tersebut difokuskan pada penegakan hukum dan peningkatan kesadaran berlalu lintas, khususnya di wilayah rawan pelanggaran seperti Jalan Gatot Subroto, Jalan Pangeran Suriansyah, dan kawasan Samarinda Seberang.
“Total ada 1.337 pelanggaran yang ditindak melalui penilangan, dan 1.932 teguran sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.
Pelanggaran Didominasi Pengendara Tak Pakai Helm
Pelanggaran terbanyak masih didominasi oleh pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, termasuk di antaranya adalah anak-anak sekolah yang belum cukup umur namun tetap nekat membawa kendaraan sendiri.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama orang tua, untuk lebih aktif mengawasi anak-anaknya, karena usia belum cukup dan belum punya SIM berarti belum layak berkendara di jalan umum. Ini menyangkut keselamatan mereka sendiri,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan sepeda listrik juga menjadi perhatian. Secara aturan, kendaraan jenis ini hanya diperbolehkan beroperasi di dalam kawasan tertutup, bukan di jalan raya atau jalur umum.
Peran Media & Sosial Media Jadi Sorotan
Di era digital saat ini, Kompol La Ode juga menyoroti pentingnya peran media dan media sosial sebagai sarana edukasi, informasi, dan kontrol sosial.
“Kami terbuka terhadap masukan masyarakat. Media dan netizen bisa menjadi jembatan untuk memperbaiki layanan dan edukasi lalu lintas yang lebih baik ke depan,” katanya.
Taat Berlalu Lintas Itu Keren – Helm Bukan Hanya Aksesori
Kasatlantas Polresta Samarinda mengajak seluruh warga untuk terus menumbuhkan kesadaran berlalulintas yang aman dan taat aturan. Hal-hal mendasar seperti memakai helm, tidak menerobos lampu merah, hingga memastikan kendaraan layak pakai menjadi bagian penting dari keselamatan di jalan.
“Helm bukan sekadar formalitas. Helm menyelamatkan nyawa. Dan setiap orang yang berkendara, apalagi di jalan raya, wajib sadar akan risiko yang bisa terjadi kapan saja,” pungkasnya.
Ingat! Keselamatan di Jalan Adalah Tanggung Jawab Kita Bersama (M.I.A.D)






