RingkasanMedia.id – Samarinda, Harapan ratusan hingga ribuan peserta untuk mengikuti ajang Samarinda Half Marathon berubah menjadi kekecewaan. Sehari menjelang pelaksanaan lomba yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026, puluhan peserta yang mendatangi lokasi pengambilan racepack dan starter kit di kawasan Taman Buah, Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang, justru tidak menemukan keberadaan panitia maupun penyelenggara acara.
Hingga Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 17.00 Wita, tidak terlihat aktivitas pembagian racepack sebagaimana yang sebelumnya diinformasikan kepada para peserta. Kondisi tersebut memicu kebingungan dan keresahan, terutama bagi peserta yang datang dari luar daerah dengan mengeluarkan biaya perjalanan, akomodasi, dan kebutuhan lainnya untuk mengikuti event tersebut.
Salah seorang peserta asal Balikpapan, Apriliadi Wijaya, yang terdaftar pada kategori 21 kilometer, mengaku telah mendaftar sejak Desember 2025 dan membayar biaya registrasi sekitar Rp300 ribu. Ia sengaja datang ke Samarinda dengan harapan dapat merasakan pengalaman berlari sambil menikmati sejumlah ikon Kota Tepian.
Namun setibanya di lokasi pengambilan racepack, ia mengaku terkejut karena tidak menemukan panitia maupun penyelenggara.
“Begitu tiba di lokasi, ternyata tidak ada panitia ataupun penyelenggara. Padahal promosi di media sosial sebelumnya sangat gencar, bahkan sempat membuka tambahan kuota peserta,” ujarnya.
Menurut Apriliadi, situasi tersebut sangat mengecewakan karena para peserta telah meluangkan waktu, tenaga, serta biaya yang tidak sedikit. Ia berharap penyelenggara segera memberikan penjelasan resmi sekaligus mempertanggungjawabkan komitmen yang telah diberikan kepada peserta.
Kekecewaan serupa disampaikan Sadrak, warga Samarinda. Ia menilai persoalan tersebut bukan hanya merugikan peserta, tetapi juga berpotensi mencoreng nama baik Kota Samarinda dan Kalimantan Timur.
“Saya sebagai orang Samarinda merasa malu dengan kejadian ini. Apalagi kegiatan ini menggunakan nama Samarinda dan menampilkan logo burung enggang yang merupakan ikon Kalimantan Timur. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan identitas daerah untuk kegiatan yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Ia bahkan mengajak peserta lain yang merasa dirugikan untuk membuat laporan bersama ke Polresta Samarinda agar penanganan kasus dapat dilakukan secara maksimal.
Sementara itu, Salman, peserta asal Samarinda, mengaku kecewa karena telah mengajak sejumlah rekannya dari Jakarta untuk ikut berpartisipasi. Menurutnya, persoalan ini turut berdampak terhadap citra daerah di mata tamu dari luar Kalimantan Timur.
“Kami sudah sering mengikuti event lari di berbagai daerah dan biasanya berjalan lancar. Teman-teman dari Jakarta datang khusus ke Samarinda dengan biaya tiket pesawat, hotel, transportasi, dan lainnya. Tentu kami merasa malu apabila acara sebesar ini justru bermasalah,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Budi, peserta asal Jakarta. Ia menilai persoalan yang terjadi tidak hanya merugikan komunitas pelari, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
“Di banyak daerah lain, event lari menjadi sarana promosi wisata dan pemberdayaan UMKM. Kami berharap ada langkah tegas agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” katanya.
Menanggapi adanya kerumunan peserta di lokasi, personel Samapta Polresta Samarinda mendatangi kawasan Taman Buah untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. IPDA Mat Bahri dari Piket Samapta Polresta Samarinda menjelaskan pihaknya menerima laporan mengenai banyaknya masyarakat yang berkumpul di lokasi penyelenggaraan.
“Saat kami tiba memang terdapat banyak masyarakat yang akan mengikuti kegiatan tersebut. Namun panitia tidak berada di lokasi,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran kepolisian bertujuan menjaga keamanan sekaligus mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang merasa dirugikan untuk melaporkan kejadian tersebut secara resmi.
“Sudah ada beberapa peserta yang membuat laporan. Bagi masyarakat lain yang merasa dirugikan, silakan melapor ke Polresta Samarinda. Laporan tersebut akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Hingga Jumat malam, belum ada penjelasan resmi dari pihak penyelenggara terkait ketidakhadiran panitia di lokasi pengambilan racepack maupun kepastian pelaksanaan Samarinda Half Marathon. Para peserta yang telah datang dari berbagai daerah pun masih menunggu kejelasan dan pertanggungjawaban dari pihak penyelenggara atas kegiatan yang sebelumnya dipromosikan secara luas tersebut. (M.I.A.D)






