Ringkasanmedia.id SAMARINDA- Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dijadwalkan mengunjungi Samarinda, Kalimantan Timur, pada Sabtu, 17 Mei 2025. Dalam kunjungan kerja tersebut, Kapolri akan melaksanakan sejumlah agenda sosial dan peresmian proyek infrastruktur kepolisian.
Salah satu kegiatan utama yang akan dilakukan adalah peletakan batu pertama pembangunan Asrama Polisi (Aspol) di Jalan Gelatik, Samarinda. Seremoni ini menandai dimulainya pembangunan fasilitas penunjang bagi personel kepolisian di wilayah tersebut.
“Agenda beliau di Samarinda meliputi kegiatan sosial serta peresmian proyek Aspol Gelatik,” kata Ipda Ramli P. Sianturi, Kepala Seksi Humas Polresta Samarinda, Jumat (16/5).
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri juga akan memberikan bantuan berupa sumur bor kepada warga Samarinda secara simbolis. Bantuan ini merupakan bagian dari program sosial Polri dalam meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat.
Usai kegiatan di Jalan Gelatik, Jenderal Listyo Sigit dijadwalkan bersilaturahmi dengan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, sekitar pukul 11.00 WITA. Setelah itu, ia akan menghadiri Kongres Nasional Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang digelar di Convention Hall GOR Kadrie Oening pada pukul 13.00 WITA.
“Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Kapolri langsung kembali ke Jakarta. Tidak ada agenda lanjutan ke Balikpapan atau Ibu Kota Nusantara (IKN),” jelas Ipda Ramli.
Kunjungan ke Samarinda ini merupakan lanjutan dari agenda Kapolri sehari sebelumnya di Bone, Sulawesi Selatan. Pada Jumat (16/5), Kapolri bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menghadiri panen raya jagung sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
Dalam pernyataannya saat itu, Kapolri menegaskan komitmen institusi kepolisian dalam mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait penguatan sektor pangan. Ia juga mengungkapkan bahwa panen raya di Sulsel merupakan bagian dari siklus panen kuartal kedua, dengan lonjakan hasil mencapai 39 persen, dan menekankan pentingnya sistem penyerapan hasil panen secara optimal.






