RingkasanMedia.id – Samarinda, Ketika sebagian besar masyarakat tengah beristirahat, sekelompok relawan di Samarinda justru memilih turun ke jalan. Berbekal semangat gotong royong, peralatan sederhana, penerangan seadanya, serta material aspal hasil swadaya masyarakat, mereka menambal sejumlah ruas jalan berlubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Aksi sosial yang digagas komunitas Ghost Aspal Samarinda tersebut berlangsung pada Jumat malam (17/7/2026) mulai pukul 22.00 WITA hingga Sabtu dini hari (18/7/2026) sekitar pukul 01.00 WITA. Dalam kurun waktu sekitar tiga jam, para relawan berhasil menambal delapan titik jalan berlubang di sejumlah ruas jalan utama Kota Samarinda.
Adapun titik yang diperbaiki meliputi dua lubang di tanjakan Jembatan Jalan Slamet Riyadi, tepat di depan SPBU, tiga titik di Jalan Untung Suropati, depan Restoran Solaria dan McDonald’s, serta tiga titik lainnya di Jalan Untung Suropati, seberang Kantor Kaltim Post.
Lokasi-lokasi tersebut sebelumnya kerap dikeluhkan masyarakat karena kondisi jalannya yang rusak dan berpotensi memicu kecelakaan, terutama pada malam hari maupun saat hujan ketika lubang tertutup genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara.
Seluruh kegiatan dilakukan secara mandiri tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Material aspal diperoleh dari donasi masyarakat, sementara biaya operasional, peralatan, hingga konsumsi ditanggung secara swadaya oleh para relawan.
Selama proses penambalan berlangsung, beberapa relawan turut mengatur arus lalu lintas dan memberikan penerangan agar pekerjaan dapat dilakukan dengan aman tanpa mengganggu pengguna jalan yang masih melintas..

Perwakilan Ghost Aspal Samarinda, Mukhlasin, menegaskan bahwa aksi tersebut bukan untuk menggantikan tugas pemerintah, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
“Gerakan ini bukan untuk menyaingi ataupun menyalahkan pemerintah. Kami hanya ingin ikut berpartisipasi mengurangi risiko kecelakaan akibat jalan berlubang. Ini murni gerakan kemanusiaan yang lahir dari hati nurani dan kepedulian terhadap keselamatan bersama,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan, baik berupa bantuan dana maupun material aspal sehingga kegiatan tersebut dapat terus berjalan.
Menurutnya, keselamatan pengguna jalan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, ia berharap semakin banyak masyarakat, pelaku usaha, maupun perusahaan yang bersedia berpartisipasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung aksi-aksi kemanusiaan serupa.
“Harapan kami sederhana, semoga tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban akibat jalan berlubang. Jika semakin banyak pihak yang peduli, gerakan gotong royong seperti ini akan semakin besar manfaatnya bagi warga Samarinda,” katanya.
Aksi Ghost Aspal Samarinda menjadi potret nyata bahwa kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Di balik keterbatasan fasilitas dan sumber daya, para relawan memilih bergerak daripada hanya mengeluh. Namun di sisi lain, kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa perbaikan infrastruktur jalan membutuhkan perhatian yang berkelanjutan dari seluruh pihak terkait, sehingga keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin dan aksi serupa di masa mendatang tidak lagi menjadi kebutuhan mendesak. (M.I.A.D)






