Musrenbang Desa Sungai Mariam Dikemas Bernuansa Budaya, Warga Sampaikan Aspirasi untuk Pembangunan 2027

RingkasanMedia.id – Kutai Kartanegara, Pemerintah Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbang) sebagai langkah awal menyusun arah pembangunan tahun 2027. Menariknya, kegiatan yang berlangsung di Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sungai Mariam, Rabu (15/7/2026), dikemas dengan nuansa budaya, di mana para peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Dengan latar panorama Sungai Mahakam dan aktivitas para nelayan, Musrenbang berlangsung dalam suasana hangat, interaktif, dan penuh semangat kebersamaan. Forum ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai usulan dan kebutuhan pembangunan yang diharapkan dapat menjadi prioritas pemerintah pada tahun mendatang.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Sungai Mariam, Indra Lesmana atau yang akrab disapa Olonk, mengatakan Musrenbang merupakan tahapan penting dalam merumuskan program pembangunan desa yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin Musrenbang ini benar-benar menjadi ruang terbuka bagi seluruh masyarakat. Karena itu, kami tidak hanya mengundang unsur pemerintahan dan lembaga desa, tetapi juga mengajak warga untuk hadir dan menyampaikan aspirasi secara langsung,” ujarnya.

Menurut Olonk, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci agar setiap program yang dirancang benar-benar mampu menjawab persoalan dan kebutuhan di lapangan.

Dalam penyelenggaraannya, Musrenbang juga melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Mulawarman dan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur yang tergabung dalam Kelompok Amerta Mahakam. Kehadiran para mahasiswa tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi positif melalui gagasan serta pendampingan dalam proses pembangunan desa yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.

Olonk menjelaskan, terdapat dua sektor yang menjadi fokus utama dalam perencanaan pembangunan Desa Sungai Mariam tahun 2027, yakni pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

“Infrastruktur tetap menjadi prioritas, namun kami juga ingin memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat agar mampu meningkatkan kualitas hidup serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga,” jelasnya.

Ia berharap seluruh usulan yang telah disampaikan masyarakat melalui forum Musrenbang dapat memperoleh perhatian dari pemerintah daerah maupun instansi terkait, sehingga dapat direalisasikan melalui dukungan anggaran pada tahun mendatang.

“Kami berharap hasil Musrenbang ini tidak berhenti sebagai usulan semata, tetapi dapat menjadi program nyata yang mendapat dukungan dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan dan anggaran,” tuturnya.

Pelaksanaan Musrenbang di kawasan Dermaga TPI Sungai Mariam menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan kalangan akademisi dalam merancang pembangunan yang lebih partisipatif. Dengan mengedepankan semangat kebersamaan serta keberagaman budaya, Pemerintah Desa Sungai Mariam optimistis pembangunan tahun 2027 akan lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat. (M.I.A.D)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *