RingkasanMedia.id – Samarinda, Setelah sempat terdepak dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan jalan tol Samarinda-Bontang kini kembali menjadi sorotan. Proyek yang sempat mandek ini direncanakan akan mulai dikerjakan pada tahun 2028 dan telah resmi masuk dalam program prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala Bappeda Kaltim, Yusliando, mengungkapkan bahwa proyek tol sepanjang lebih dari 95 kilometer ini telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan akan menelan anggaran sekitar Rp15 triliun. “Kami tengah menyusun perencanaan teknis secara bertahap,” ujarnya.
Tol ini dirancang untuk menghubungkan Kota Samarinda dengan Kota Bontang, melintasi sejumlah wilayah strategis di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Timur. Berdasarkan dokumen terbaru dari Kementerian PUPR, trase tol akan melewati tiga daerah, yaitu Samarinda, Kukar, dan Bontang, serta sebagian wilayah Kutai Timur.
Rencana pembangunan jalan tol ini terbagi dalam dua seksi utama:
- Seksi 1: Ruas Palaran – Bandara APT Pranoto sepanjang 31,8 km
- Seksi 2: Bandara APT Pranoto – Bontang Barat sepanjang 64,8 km
Namun, sebelumnya proyek ini sempat dirancang dalam empat seksi yang mencakup Palaran hingga Marangkayu, dan berujung di Bontang. Penyempurnaan desain dan pemetaan wilayah terus dilakukan menyesuaikan kebutuhan dan potensi kawasan yang dilalui.
Yusliando menegaskan, meski bukan lagi PSN, proyek ini tetap mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat. Bahkan, berdasarkan paparan mantan Kepala BPJT, Danang Parikesit, sejumlah tahapan teknis telah rampung: studi kelayakan (FS) disusun pada 2020, dokumen pengadaan lahan (DPPT) selesai pada 2021, dan analisis dampak lingkungan (Amdal) telah disusun pada 2022. “Dengan potensi dukungan konstruksi dari pemerintah senilai Rp6,5 triliun,” imbuhnya.
Tol Samarinda-Bontang digadang-gadang akan menjadi jalur vital yang menghubungkan kawasan industri, pelabuhan, dan bandara. Selain mempercepat konektivitas antarwilayah, tol ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Kaltim.
Dengan masuknya proyek ini dalam skema prioritas RPJMD, besar harapan bahwa pembangunan tol bisa dimulai sesuai target dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur. (M.I.A.D)






